'Selamat Datang ke Neraka', Media Iran Ini Beri Peringatan ke AS Soal Rencana Invasi Darat
Dhea Oktaviana
Penulis
Admin
Editor
Teheran, MUI Digital— Sebuah peringatan keras sekaligus sarkatis disampaikan surat kabar berbahasa Inggris asal Iran, Tehran Times, pada Sabtu (29/3/2026) menanggapi rencana invasi darat AS ke Iran.
Dikutip India Today, Senin (30/3/2026), Tehran Times menyatakan pasukan asing yang memasuki wilayahnya akan hanya keluar dalam peti mati.
Pesan keras tersebut, yang terpampang di halaman depan dengan judul “Selamat Datang di Neraka”, menandakan meningkatnya ketegangan saat Washington mempertimbangkan untuk mengirim pasukan tambahan ke Timur Tengah.
Pembahasan di Washington berfokus pada operasi darat terbatas, dengan Presiden Donald Trump dilaporkan menunjukkan minat pribadi untuk mengerahkan sejumlah kecil pasukan AS ke dalam wilayah Iran guna misi-misi tertentu, meskipun keputusan akhir belum diambil.
Namun, Iran terus memperingatkan AS bahwa jika mempertimbangkan invasi darat, hal itu akan berakibat fatal. Kini Tehran Times melangkah lebih jauh dengan mengeluarkan peringatan tegas untuk mendukung sikap pemerintah.
Tampilan visual halaman depan Tehran Times memperkuat keseriusan peringatan tersebut.
Baca juga: Pengakuan Eks Petinggi Militer AS: Perang Irak Hingga Iran Berdiri Atas Kedustaan
Halaman tersebut menampilkan gambar tentara bersenjata lengkap yang berbaris dalam formasi menuju pesawat militer, melambangkan prospek pengerahan pasukan dan konfrontasi.
Gambar tersebut, dipadukan dengan judul yang tegas, menyampaikan pesan yang jelas tentang perlawanan dan kesiapan, menyiratkan bahwa setiap eskalasi yang melibatkan pasukan darat akan dibalas dengan serangan balasan yang signifikan.
Publikasi tersebut menempatkan peringatan tersebut dalam konteks yang lebih luas terkait meningkatnya ketegangan di Asia Barat.
Pengerahan pasukan yang direncanakan, yang dilaporkan melibatkan ribuan personel, dipandang sebagai bagian dari strategi yang lebih luas untuk memperluas opsi militer di tengah konflik yang sedang berlangsung antara Iran dan musuh-musuhnya di kawasan tersebut.
Halaman depan surat kabar tersebut juga menyoroti berbagai sudut pandang yang memperingatkan agar tidak terjadi eskalasi.
Hal ini mencakup peringatan bahwa invasi darat dapat menjadi bumerang, menyeret AS ke dalam konflik berkepanjangan, dan memicu konsekuensi geopolitik dan ekonomi yang lebih luas.
Baca juga: Houthi Resmi Masuk Gelanggang Perang Bantu Iran, Serang Israel dengan Balistik
Referensi terhadap kemungkinan “kondisi yang sulit” dan kekhawatiran atas meningkatnya korban menunjukkan risiko yang terkait dengan keterlibatan militer yang lebih dalam.
Lebih lanjut, liputan tersebut menyiratkan bahwa Iran memandang kemampuan daratnya kuat dan mampu melakukan pertahanan yang berkelanjutan.
Liputan tersebut juga mengisyaratkan implikasi regional yang lebih luas, termasuk kemungkinan keterlibatan kelompok-kelompok sekutu, yang dapat memperluas cakupan konflik melampaui wilayah Iran.
Kekhawatiran strategis juga ditekankan, terutama terkait rute perdagangan global yang kritis dan pasokan energi.
Setiap eskalasi yang melibatkan Iran berpotensi berdampak pada koridor-koridor maritim utama, sehingga memperparah dampak ekonomi global dari konflik tersebut.
Meskipun Donald Trump secara terbuka meremehkan kemungkinan terjadinya invasi darat dan menegaskan bahwa jalur diplomatik tetap terbuka, nada dan isi halaman depan Tehran Times mencerminkan skeptisisme mendalam di Teheran terhadap niat Washington.
Secara keseluruhan, pesan yang disampaikan media tersebut menandakan tingkat kewaspadaan yang meningkat dan sikap tegas menentang intervensi militer asing.
Dengan menggabungkan bahasa yang tegas dengan gambar simbolis, hal ini menekankan risiko eskalasi dan menggambarkan setiap operasi darat potensial sebagai langkah menuju konflik yang jauh lebih berbahaya dan tidak terduga.
Peringatan untuk negara tetangga
Sementara itu, Presiden Iran Masoud Pezeshkian pada Sabtu memperingatkan negara-negara Teluk agar tidak mendukung AS dan Israel dalam aksi militer apa pun yang menargetkan Teheran.
Dia mendesak negara-negara regional agar tidak memperbolehkan wilayah mereka digunakan sebagai titik peluncuran serangan, dengan peringatan bahwa keterlibatan semacam itu dapat mengganggu stabilitas dan pembangunan jangka panjang di kawasan tersebut.
Dalam sebuah postingan di X, Pezeshkian menegaskan kembali sikap Iran bahwa negaranya tidak akan melancarkan serangan preventif.
Namun, dia menekankan bahwa Teheran akan merespons dengan tegas dan keras jika infrastruktur penting atau pusat ekonomi negaranya diserang, memperkuat posisi Iran dalam hal pencegahan dan pembalasan.