Kemenkop RI: Koperasi Sangat Penting Dukung Rantai Pasok Halal Indonesia
Sadam Al Ghifari
Penulis
Azharun N
Editor
JAKARTA, MUI Digital--Perwakilan Menteri Koperasi RI, Deva Rahman, menegaskan bahwa penguatan ekosistem halal Indonesia menjadi langkah strategis dalam mendorong daya saing nasional di tingkat global.
Direktur Umum dan Hukum LPDB ini menyampaikan bahwa peran koperasi sangat penting dalam mendukung rantai pasok halal.
Dia mengungkapkan, saat ini, terdapat sekitar 83.000 koperasi desa Merah Putih, dengan sekitar 4.700 di antaranya telah terbangun sepenuhnya.
"Koperasi-koperasi ini diharapkan dapat menjadi fondasi dalam membangun ekosistem halal yang terintegrasi, mulai dari hulu hingga hilir," kata Deva dalam Festival Syawal 1447 H LPPOM di Hotel Peninsula, Jakarta Barat, Kamis (30/4/2026).
Ia juga menekankan bahwa aspek kehalalan memiliki posisi krusial dalam aktivitas koperasi, khususnya dalam memastikan integritas produk di seluruh rantai pasok.
"Integrasi antara koperasi syariah dengan ekosistem halal dinilai sebagai kunci dalam memperkuat struktur ekonomi berbasis nilai dan kepercayaan," jelasnya.
Wakil Ketua Bidang Keuangan dan Pembiayaan Lembaga Penggerak Ekonomi Umat MUI ini menambahkan, perkembangan ekosistem halal Indonesia menunjukkan tren yang sangat signifikan.
Hingga saat ini, tercatat sekitar 9,8 juta produk telah bersertifikat halal, dan jumlah ini diproyeksikan akan terus meningkat seiring dengan tingginya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya sertifikasi halal.
Dari sisi perdagangan global, Indonesia juga mencatatkan kinerja yang kompetitif. Nilai ekspor produk halal Indonesia mencapai sekitar 63,4 miliar dolar AS dan dinilai sebagai salah satu yang unggul dibandingkan negara lain.
"Hal ini menjadi bukti bahwa industri halal Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pemain utama di pasar global," tegasnya.
Menutup sambutannya, Menteri Koperasi menegaskan bahwa penguatan ekosistem halal yang terintegrasi dengan koperasi bukan hanya menjadi kebutuhan domestik, tetapi juga merupakan strategi besar Indonesia dalam membangun kepemimpinan di industri halal dunia.