Peringati Sumpah Pemuda ke-98, Sekum MUI Jatim Ajak Generasi Muda Bangun Bangsa Lewat Ilmu dan Amal Saleh
Peringati Sumpah Pemuda ke-98, Sekum MUI Jatim Ajak Generasi Muda Bangun Bangsa Lewat Ilmu dan Amal Saleh
SURABAYA, MUI Jatim – Sekretaris Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Timur, Dr. KH. M. Hasan Ubaidillah, S.H.I., M.Si., mengajak generasi muda untuk terus menjaga persatuan dan kesatuan bangsa pada momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98. Para pemuda diharapkan mengambil peran nyata dalam membangun bangsa melalui ilmu pengetahuan, karya, dan amal saleh.
Pesan tersebut disampaikan oleh tokoh yang akrab disapa Gus Hasan ini di Surabaya, Selasa (27/10/2026). Menurutnya, semangat Sumpah Pemuda harus terus dihidupkan untuk menghadapi berbagai tantangan zaman, mengingat pemuda memiliki posisi strategis sebagai kekuatan bangsa sekaligus penjaga persatuan di tengah keberagaman masyarakat.
“Selamat Hari Sumpah Pemuda ke-98. Kami mengajak seluruh generasi muda Indonesia untuk terus menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, memperkuat persaudaraan, serta menjadi generasi yang berilmu, berakhlak, produktif, dan bertanggung jawab,” ujar Gus Hasan.
Ia menegaskan, perbedaan pendapat maupun pandangan dalam kehidupan bermasyarakat dan berdemokrasi adalah hal yang wajar. Oleh karena itu, setiap perbedaan hendaknya disikapi secara dewasa, saling menghormati, serta selalu mengedepankan ruang dialog dan musyawarah.
Lebih lanjut, Gus Hasan menyoroti pentingnya kehati-hatian generasi muda dalam menggunakan media sosial di era digital. Ia mengingatkan agar pemuda tidak mudah terpancing emosi dan terprovokasi oleh informasi hoaks yang belum terverifikasi kebenarannya.
“Anak-anak muda harus mampu berpikir jernih dan bijak. Saring sebelum sharing, periksa kebenaran informasi, dan jangan sampai media sosial justru menjadi ruang untuk menyebarkan kebencian maupun perpecahan,” pesannya.
Ia mendorong agar generasi muda justru menggunakan ruang digital sebagai sarana untuk menyebarkan pengetahuan, kreativitas, nilai-nilai kebaikan, serta semangat persaudaraan.
Terkait dinamika penyampaian pendapat di ruang publik, Gus Hasan mengingatkan bahwa kebebasan berekspresi merupakan bagian dari demokrasi yang harus dijalankan dengan menghormati hak orang lain. Ia meminta penyampaian aspirasi dilakukan dengan cara yang damai, tertib, dan bermartabat, serta menghindari tindakan anarkis yang merugikan kepentingan umum.
Menutup pernyataannya, Gus Hasan berharap peringatan Sumpah Pemuda ke-98 pada 28 Oktober 2026 ini mampu melahirkan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter kuat dan kepedulian sosial.
“Pemuda hari ini adalah kekuatan Indonesia ke depan. Mari isi semangat Sumpah Pemuda dengan ilmu, karya, prestasi, dan amal saleh untuk Indonesia yang semakin maju, damai, adil, makmur, dan harmonis,” pungkasnya.