Lewati ke konten utama
Selasa, 13 Oktober 2026 / 2 Jumadil Awal 1448 H
Jadwal memuat...
Bendera Arab Saudi
Bendera Arab Saudi - 3D Illustration - Photo by Akhilesh Sharma on Unsplash
Berita

KBRI Riyadh Pastikan Tidak Ada WNI Korban Serangan Bandara di Arab Saudi

KBRI Riyadh Pastikan Tidak Ada WNI Korban Serangan Bandara di Arab Saudi

/ 2 Jumadil Awal 1448 H 3 menit baca 251 dibaca

Jakarta, MUI Digital--Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Riyadh memastikan hingga saat ini tidak terdapat Warga Negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban dalam insiden serangan yang menargetkan dua bandara internasional di Arab Saudi. Imbauan kewaspadaan pun diterbitkan untuk mengantisipasi perkembangan situasi keamanan setempat.

​Berdasarkan keterangan tertulis yang diterima MUI Digital pada Senin (12/10/2026), KBRI Riyadh terus mengawal dan memantau secara mendalam perkembangan situasi keamanan di wilayah Arab Saudi pascaserangan yang menyasar Bandara Internasional King Khalid di Riyadh dan Bandara Internasional King Fahd di Dammam.

Otoritas Penerbangan Sipil Arab Saudi atau _General Authority of Civil Aviation_ (GACA) mengumumkan bahwa Bandara Internasional King Khalid di Riyadh menjadi sasaran serangan pada Ahad (11/10/2026). Insiden tersebut mengakibatkan satu orang warga negara Pakistan meninggal dunia dan 11 orang lainnya mengalami luka-luka hingga harus mendapatkan penanganan medis.

Selain itu, GACA juga menginformasikan adanya serangan terhadap Bandara Internasional King Fahd di Dammam, di mana proses pendataan kerusakan serta inspeksi keselamatan fasilitas penerbangan masih terus dilangsungkan oleh otoritas setempat.

Untuk memastikan keselamatan warga negara Indonesia pascaserangan di Bandara Internasional King Khalid, KBRI Riyadh langsung bergerak cepat mengambil sejumlah langkah proaktif. Hal tersebut dilakukan untuk menghimpun data akurat mengenai kemungkinan adanya WNI yang terdampak atau menjadi korban luka.

Upaya penelusuran dilakukan dengan menghubungi jaringan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) yang bertugas di berbagai rumah sakit di wilayah Riyadh. KBRI Riyadh juga berkoordinasi langsung dengan komunitas pekerja profesional Indonesia di maskapai Flynas yang beroperasi di Terminal 3 Bandara Internasional King Khalid.

Selain penelusuran data secara daring dan komunikasi jaringan, tim KBRI Riyadh mendatangi langsung King Abdullah bin Abdulaziz University Hospital, yakni rumah sakit terdekat dari lokasi serangan, untuk menyisir daftar pasien. Koordinasi intensif juga dijalankan bersama korps diplomatik di Riyadh, khususnya fungsi kekonsuleran, serta Kementerian Luar Negeri Arab Saudi untuk memperoleh informasi resmi dan mutakhir secara berkala.

Hingga Ahad (11/10/2026) pukul 19.00 Waktu Arab Saudi (WAS), KBRI Riyadh mengonfirmasi belum ada WNI yang teridentifikasi menjadi korban luka maupun jiwa dalam serangan tersebut. Meski demikian, KBRI telah menyalurkan bantuan kepada tiga orang WNI/Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang mengalami kendala akibat gangguan jadwal penerbangan di Bandara Internasional King Khalid.

KBRI Riyadh menegaskan komitmennya untuk terus memantau dinamika keamanan di Arab Saudi. Seluruh WNI yang berdomisili maupun sedang berada di Arab Saudi diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, menjauhi titik-titik rawan, serta membatasi aktivitas perjalanan luar kota yang tidak bersifat esensial.

Saat ini Kantor KBRI di Riyadh dipastikan tetap beroperasi normal untuk memberikan pelayanan perlindungan dan kekonsuleran bagi seluruh WNI. Masyarakat Indonesia yang membutuhkan bantuan darurat dapat menghubungi layanan hotline KBRI Riyadh di nomor +966 569173990. 

Google Ads
BAGIKAN:
Google Ads