Lewati ke konten utama
Selasa, 30 Juni 2026 / 14 Muharam 1448 H
Jadwal memuat...
Berita

IsDF MUI Perjuangkan Rumah Layak bagi Guru Ngaji dan Dai Lewat KPR FLPP

3 menit baca 1.045 dibaca
IsDF
Bagikan:

Lebak, MUI Digital— Islamic Dakwah Fund (IsDF) Majelis Ulama Indonesia (MUI) meluncurkan gerakan fasilitasi untuk membantu para dai dan guru ngaji mendapatkan hunian layak melalui program KPR Sejahtera FLPP BP Tapera. 

Langkah ini diambil guna mengatasi minimnya akses informasi dan kendala administratif perbankan yang selama ini dialami para pejuang dakwah di tingkat akar rumput.

Sebagai wujud nyata dari komitmen tersebut, IsDF MUI menggelar acara "Sosialisasi KPR Sejahtera FLPP BP Tapera Bagi Da'i dan Guru Ngaji" di SMK Mathla'ul Anwar Cibuah, Kecamatan Warunggunung, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, pada Kamis (25/6/2026).

Ketua IsDF MUI, Trisna Ningsih Yuliati, menyatakan bahwa agenda ini berfokus penuh untuk menghapus asimetri informasi dan menjembatani literasi program KPR bersubsidi agar lebih mudah dipahami oleh para guru ngaji dan dai.

Baca juga: IsDF MUI dan Masjid Nusantara Perkuat Sinergi Pengembangan Masjid Berkelanjutan dan Pemberdayaan Umat

"Melalui sosialisasi ini, IsDF MUI ingin menjembatani para da'i dan guru ngaji agar memperoleh informasi yang benar, lengkap, dan mudah dipahami mengenai Program KPR Sejahtera FLPP BP Tapera," ujar Trisna kepada MUI Digital di sela-sela kegiatan. 

Menurut Trisna, banyak guru ngaji dan dai yang telah menghabiskan waktunya untuk membina umat, namun belum memiliki rumah pribadi yang layak dan terjangkau karena terbentur pemahaman administratif perbankan.

Dalam program ini, IsDF MUI membangun sinergi besar dengan melibatkan BP Tapera sebagai pengelola dana, perbankan selaku verifikator kelayakan, pengembang perumahan, hingga lembaga pesantren dan organisasi keagamaan lokal untuk membedah skema kerja sama serta kriteria penerima manfaat.

Adapun kriteria peserta yang dapat mengikuti program ini tetap mengacu pada ketentuan pemerintah, yaitu aktif sebagai dai atau guru ngaji, belum memiliki rumah tinggal pribadi, memenuhi batas penghasilan yang ditetapkan pemerintah dan memiliki kemampuan membayar angsuran serta lolos persyaratan administrasi. 

"Target utama kami saat ini adalah memperluas akses informasi dan meningkatkan jumlah dai serta guru ngaji yang dapat memanfaatkan program tersebut. Untuk jumlah unit, akan disesuaikan dengan kuota pemerintah dan kesiapan peserta," jelas Trisna.

Baca juga: Niat Puasa Asyura’, Lengkap Disertai Dalil Kesunnahan dan Tata Cara Pelaksanaannya

Trisna menegaskan bahwa kegiatan di Lebak ini bukan sekadar pemaparan materi satu arah, melainkan sebuah gerakan fasilitasi yang berkelanjutan. 

Di lokasi acara, IsDF MUI langsung membuka ruang konsultasi persyaratan, mengidentifikasi peserta potensial, serta membangun database calon penerima manfaat.

"Artinya, acara hari ini tidak berhenti pada sosialisasi, tetapi langsung berlanjut pada proses fasilitasi dan pendampingan yang berkelanjutan sampai realisasi rumah terwujud," tegasnya.

Agenda di Kabupaten Lebak ini merupakan kelanjutan dari safari literasi IsDF MUI setelah sebelumnya sukses dilaksanakan di Pondok Pesantren Santi Asromo, Majalengka, Jawa Barat.

IsDF MUI meyakini bahwa pemenuhan kebutuhan hunian layak bagi para dai dan guru ngaji merupakan bagian dari ikhtiar bersama dalam meningkatkan kesejahteraan aset strategis umat di Indonesia.