Lewati ke konten utama
Rabu, 28 Oktober 2026 / 17 Jumadil Awal 1448 H
Jadwal memuat...
KH M Cholil Nafis
Waketum MUI, KH M Cholil Nafis. Foto: Fachri/ MUI Digital
Berita

Hari Sumpah Pemuda, Waketum MUI: Pemuda Bermartabat Harus Berilmu, Beriman, dan Beramal

Hari Sumpah Pemuda, Waketum MUI: Pemuda Bermartabat Harus Berilmu, Beriman, dan Beramal

/ 17 Jumadil Awal 1448 H 2 menit baca 114 dibaca

Jakarta, MUI Digital — Memperingati momentum Hari Sumpah Pemuda yang diperingati setiap 28 Oktober, Wakil Ketua Umum MUI KH M Cholil Nafis mengucapkan selamat Hari Sumpah Pemuda kepada seluruh pemuda di Indonesia.

Ulama yang akrab disapa Kiai Cholil ini berpesan agar pemuda Indonesia menjadi pemuda yang bermartabat dan berdampak dengan memiliki ilmu, iman, dan amal nyata.

Pengasuh Pondok Pesantren Cendekia Amanah tersebut mengingatkan kembali esensi historis Sumpah Pemuda, bahwa para pemuda terdahulu mampu mengesampingkan segala perbedaan latar belakang demi satu tujuan besar, yakni memajukan dan menyatukan bangsa Indonesia.

“Mudah-mudahan bangsa Indonesia seperti sumpahnya para pemuda kita untuk berkomitmen memajukan bangsa, dengan latar belakang yang berbeda-beda, demi kemajuan masyarakat,” ujar Kiai Cholil Nafis kepada MUI Digital, Rabu (28/10/2026).

Lebih lanjut, Kiai Cholil menegaskan bahwa estafet kepemimpinan dan masa depan peradaban bangsa sepenuhnya berada di pundak generasi muda. Baik buruknya wajah Indonesia di masa depan sangat ditentukan oleh kualitas, integritas, dan kontribusi para pemudanya saat ini.

Untuk menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks, Kiai Cholil mengingatkan bahwa kriteria pemuda tercermin dalam kualitas diri yang saling berkesinambungan, mulai dari penguasaan ilmu pengetahuan, penguatan keimanan, hingga implementasi dalam bentuk aksi sosial.

“Pemuda kita akan menjadi bermartabat manakala dia berilmu, berilmu akan menjadi hebat manakala dia beriman. Lalu, iman dan ilmu bisa nyata manakala dia beramal,” tegas Kiai Cholil.

Menurut Kiai Cholil, kecerdasan intelektual saja belum cukup tanpa dilandasi oleh nilai-nilai keimanan dan ketakwaan. Sebaliknya, iman dan ilmu yang dimiliki harus diwujudkan dalam bentuk kerja nyata, kontribusi positif, serta pengabdian kepada masyarakat luas.

Kiai Cholil mengajak seluruh elemen bangsa, khususnya generasi muda, untuk terus merawat semangat kebangsaan. Ia juga berharap pemuda Indonesia senantiasa menjunjung tinggi komitmen yang berfokus pada penguatan wawasan kebangsaan, kemajuan ilmu pengetahuan, serta pembangunan masyarakat yang berkeadaban demi kejayaan Indonesia. 

Google Ads
BAGIKAN:
Google Ads