Lewati ke konten utama
Rabu, 4 November 2026 / 24 Jumadil Awal 1448 H
Jadwal memuat...
Cholil Syekh Yusril
Waketum MUI KH Cholil Nafis mengadakan pertemuan bilateral dengan Menteri Wakaf Mesir, Syaikh Prof Usamah al-Azhari pada Selasa (3/11/2026). Foto: Istimewa
Berita

Bertemu Menteri Wakaf Mesir, Dar Al-Ifta, dan Al-Azhar, MUI Galang Aliansi Keumatan Global

Bertemu Menteri Wakaf Mesir, Dar Al-Ifta, dan Al-Azhar, MUI Galang Aliansi Keumatan Global

/ 24 Jumadil Awal 1448 H 4 menit baca 146 dibaca

Jakarta, MUI Digital — Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Cholil Nafis, melaksanakan kunjungan ke Kairo, Mesir, guna mempererat hubungan kelembagaan dan memperluas jaringan kerja sama strategis di bidang keislaman.

Dalam lawatan tersebut, Kiai Cholil Nafis mengadakan pertemuan bilateral dengan Menteri Wakaf Mesir, Syaikh Prof Usamah al-Azhari pada Selasa (3/11/2026). 

Pertemuan yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban tersebut membahas sejumlah agenda strategis, mulai dari penguatan kerja sama pendidikan Islam, perluasan program beasiswa, pengembangan sumber daya manusia (SDM), hingga pemberdayaan ekonomi umat antara Indonesia dan Mesir.

Dalam pertemuan tersebut, Kiai Cholil menekankan pentingnya memperkuat kerja sama pendidikan dan keilmuan Islam, khususnya dengan Mesir yang memiliki tradisi keilmuan Islam kuat dan diakui secara internasional melalui berbagai institusinya, termasuk Universitas Al-Azhar.

Menurut Kiai Cholil, penguatan kerja sama di bidang beasiswa dan pelatihan SDM menjadi salah satu langkah penting untuk meningkatkan kualitas generasi Muslim Indonesia.


Melalui kerja sama tersebut, diharapkan semakin terbuka kesempatan bagi pelajar, mahasiswa, dan tenaga pendidik Indonesia untuk memperoleh akses pendidikan, memperdalam keilmuan Islam, serta mengembangkan kapasitas akademik di Mesir.

"Langkah ini diyakini mampu melahirkan generasi masa depan yang siap menjawab berbagai tantangan zaman, sekaligus menjaga nilai-nilai moderasi beragama di kancah global," ujar Kiai Cholil.

Kedua belah pihak juga membahas peluang pertukaran pelajar, mahasiswa, dan tenaga pendidik sebagai upaya memperluas transfer pengetahuan dan pengalaman keagamaan.

Kerja sama ini diharapkan dapat mendukung lahirnya generasi ulama dan intelektual Muslim yang memiliki wawasan luas, kompetensi keilmuan, serta mampu merespons tantangan zaman dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai moderasi beragama.

Selain pendidikan dan beasiswa, pembicaraan turut mencakup penguatan program ilmiah bersama melalui penyelenggaraan seminar, simposium, dan forum ilmiah internasional.

Beberapa isu yang menjadi perhatian antara lain pengelolaan dan pengembangan wakaf, penguatan ekonomi umat, serta respons terhadap dinamika sosial dan berbagai persoalan keumatan kontemporer.

Kolaborasi tersebut diharapkan menjadi ruang pertukaran gagasan antara ulama dan akademisi kedua negara, sekaligus menghasilkan pemikiran dan solusi konstruktif bagi pengembangan kehidupan umat Islam, baik di tingkat regional maupun global.

Dalam rangkaian kunjungan tersebut, Kiai Cholil Nafis bersama Menteri Wakaf Mesir juga berkesempatan melaksanakan shalat berjamaah di Masjid Al-Kabir yang berada di kawasan Ibu Kota Administratif Baru Mesir. Momen tersebut semakin mempererat hubungan persaudaraan dan ukhuwah Islamiyah antara kedua tokoh.

Melalui pertemuan ini, MUI berharap hubungan kelembagaan dengan Kementerian Wakaf Mesir dapat semakin berkembang dan ditindaklanjuti melalui program-program konkret serta berkelanjutan.

Kerja sama di bidang pendidikan, pengembangan SDM, keilmuan Islam, dan pemberdayaan ekonomi umat diharapkan memberikan manfaat bagi masyarakat kedua negara serta berkontribusi bagi kemaslahatan umat Islam dunia.

Sebelumnya, delegasi MUI yang terdiri antara lain Direktur Pengembangan Wawasan Dai Internasional, KH Khariri Makmun, KH Misbahul Ulum (Bendahara Umum MUI), KH Masduki Baidhowi (Ketua MUI bidang Infokom) dan sejumlah dai serta sejumlah pengurus MUI

 menggelar pertemuan paralel dengan Grand Mufti Mesir Syekh Nazir Ayad dan Wakil Syekh Al-Azhar Aiman Abdul Ghani di Kairo, Mesir, Senin (2/11/2026). 

Kedua tokoh keagamaan Mesir itu menyambut baik kunjungan delegasi MUI. Mereka juga menawarkan sejumlah bentuk kerja sama konkret, terutama dalam bidang peningkatan kapasitas kelembagaan fatwa, pelatihan dai, pertukaran keilmuan, serta penyelenggaraan konferensi internasional secara berkala.

Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan keulamaan Indonesia dan Mesir yang selama ini memiliki ikatan historis dan intelektual cukup kuat.


Mesir, khususnya Al-Azhar dan Dar al-Ifta, merupakan salah satu pusat rujukan keilmuan Islam yang memiliki pengaruh luas di dunia Muslim, termasuk Indonesia.

Dalam dialog bersama Grand Mufti Mesir, delegasi MUI membahas kedudukan dan tanggung jawab ulama dalam menjawab berbagai persoalan umat di tengah perubahan zaman.

Tantangan tersebut tidak hanya berkaitan dengan persoalan keagamaan, tetapi juga perkembangan sosial, ilmu pengetahuan, teknologi, hingga dinamika geopolitik global.

Ulama dinilai tidak cukup hanya menjadi penjaga tradisi keilmuan dan pewaris khazanah Islam. Mereka juga dituntut hadir memberikan panduan, pencerahan, serta solusi terhadap persoalan kontemporer.

Google Ads
BAGIKAN:
Google Ads