Lewati ke konten utama
Selasa, 30 Juni 2026 / 14 Muharam 1448 H
Jadwal memuat...
Berita

Waketum MUI Kiai Marsudi Paparkan KUII dan Penghargaan Tokoh Muslim Dunia ke Menteri Agama

2 menit baca 771 dibaca
Waketum Kiai Marsudi dan Menag
Wakil Ketua Umum MUI KH Marsudi Syuhud berbincang dengan Menteri Agama, Prof KH Nasaruddin Umar. Foto: Kemenag
Bagikan:

Jakarta, MUI Digital— Majelis Ulama Indonesia (MUI) terus mematangkan pelaksanaan Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) yang akan digelar pada 24-26 Juli 2026 mendatang. 

Dalam rangkaian persiapan tersebut, Wakil Ketua Umum MUI KH Marsudi Syuhud bertemu dengan Menteri Agama Prof KH Nasaruddin Umar untuk membahas berberapa agenda strategis. 

Dalam pertemuan tersebut, Menteri Agama Nasaruddin Umar menilai MUI memiliki kapasitas dan posisi yang sangat strategis untuk menginisiasi penghargaan bagi tokoh-tokoh Muslim dunia.

Dia juga mengusulkan bahwa penghargaan tersebut dapat diberikan kepada para tokoh yang berkontribusi dalam perdamaian, pendidikan, ekonomi Islam, serta pengembangan pemikiran keislaman.

Wakil Ketua Umum MUI, KH Marsudi Syuhud menyambut baik usulan Menteri Agama tersebut. 

Menurutnya, pemberian penghargaan kepada tokoh-tokoh Muslim dunia bukan hanya sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi dan kontribusi mereka bagi umat serta kemanusiaan, tetapi juga menjadi wujud nyata komitmen MUI dalam menghadirkan gagasan progresif yang berorientasi pada  kemaslahatan bersama.

Baca juga: Berikut 37 Organisasi yang Menolak Desakan MUI Agar Pelaku dan Pengkampanye LGBT Dipidana

Tidak hanya itu, menurutnya hal tersebut juga sekaligus mempertegas peran MUI sebagai rumah besar umat Islam yang terus mendorong lahirnya gagasan-gagasan besar bagi kemajuan peradaban.

"Menurut saya ini ide yang sangat bagus. Siapa lagi yang akan memberikan penghargaan kepada tokoh-tokoh umat kalau bukan kita?," ujar Kiai Marsudi, di Jakarta, Jumat (19/6/26). 

Lebih lanjut, Kiai Marsudi menjelaskan bahwa KUII bukan hanya menjadi ajang silaturahmi para ulama dan organisasi Islam, tetapi juga forum strategis untuk menghimpun berbagai gagasan dan aspirasi umat dari seluruh Indonesia.

"Melalui Kongres Umat Islam ini, yang melibatkan sekitar 87 organisasi yang berada di bawah MUI, kami ingin mengumpulkan berbagai pemikiran dan aspirasi umat. Mulai dari isu ekonomi, pendidikan, hukum, hingga sosial budaya," ujar Kiai Marsudi.

Baca juga: Sebut Ada Gerakan Sistematis Normalisasi LGBT dari Luar, Waketum MUI Serukan Masyarakat untuk Melawan

Melalui forum tersebut, MUI berharap KUII dapat menjadi ruang lahirnya berbagai rekomendasi strategis yang dapat memperkokoh peran umat Islam dalam pembangunan nasional serta memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa dan negara.

KUII juga diharapkan menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi umat Islam dalam menjawab berbagai tantangan zaman, baik di tingkat nasional maupun global.

Dalam pertemuan tersebut turut hadir, Ketua MUI Bidang Hukum Wahidudin Adam, serta Ketua MUI Bidang Ekonomi Azrul Tanjung.