Lewati ke konten utama
Jumat, 21 Agustus 2026 / 8 Rabiul Awal 1448 H
Jadwal memuat...
Berita

MUI Ajak Penulis Dunia Gabung Gerakan Kebudayaan ISSA-Palestine 2026

3 menit baca 137 dibaca
Buya Pasni
Workshop Menulis Cerpen Palestina secara hibrida di Aula Buya Hamka, Gedung MUI Pusat, Jakarta, Kamis (20/8/2026). Foto: Sadam/ MUI Digital
Bagikan:

Jakarta, MUI Digital— Majelis Ulama Indonesia (MUI) melalui Lembaga Seni Budaya dan Peradaban Islam (LSBPI) mengajak para penulis, sastrawan, akademisi, dan komunitas literasi dari seluruh penjuru dunia untuk mengambil bagian dalam gerakan kebudayaan International Short Story Award on Palestine (ISSA–Palestine) 2026.

Ajakan tersebut disampaikan oleh Ketua MUI Bidang Seni Budaya, Buya Pasni Rusli, dalam acara Workshop Menulis Cerpen Palestina yang berlangsung secara hibrida di Aula Buya Hamka, Gedung MUI Pusat, Jakarta, Kamis (20/8/2026). 

Kegiatan ini menjadi penanda awal dari rangkaian sayembara kepenulisan tingkat internasional yang digelar tanpa memungut biaya dari para peserta.

Buya Pasni Rusli menekankan bahwa ISSA-Palestine 2026 bukan sekadar panggung kompetisi untuk memperebutkan gelar juara, melainkan sebuah panggilan kemanusiaan bagi para pemilik pena di seluruh dunia. 

Baca juga: LSBPI MUI Gelar Lomba Cerpen Palestina, Karya Pemenang Berpeluang Tampil di Pameran Buku Internasional Kairo

Melalui wadah ini, para penulis diajak menyatukan langkah dalam sebuah gerakan kebudayaan yang melampaui sekat-sekat geografis dan politik.

“Inilah saatnya kita menjadikan karya tulis sebagai bagian dari ikhtiar kebudayaan untuk menyuarakan keadilan bagi saudara-saudara kita di Palestina," ujar Buya Pasni Rusli. 

Menurut Buya Pasni, isu Palestina sering kali terjebak dalam narasi geopolitik yang kaku dan reduktif, di mana penderitaan manusia kerap diukur sebatas angka-angka statistik dalam pemberitaan media. 

Kehadiran sastra, khususnya cerita pendek, diharapkan mampu menembus batas tersebut dengan merekam pengalaman manusia secara jujur, mendalam, dan emosional.

Melalui partisipasi global para penulis, ISSA-Palestine 2026 mengusung tiga orientasi utama. Pertama, membangun narasi tandingan yang kuat terhadap stigmatisasi media mainstream. 

Kedua, mengedukasi generasi muda melalui dokumentasi kreatif yang membekas dalam ingatan kolektif. Ketiga, menjalankan diplomasi budaya yang efektif untuk mengetuk nurani publik internasional.

Baca juga: Sayembara Cerpen Palestina LSBPI MUI Jadi Narasi Tandingan Kontra Media Pro Genosida

Dia menyebut karya sastra memiliki kekuatan magis untuk menembus batas-batas formal diplomasi politik. Ketika sebuah cerita pendek ditulis dengan hati tentang kehidupan, keluarga, kehilangan, keteguhan iman, dan cita-cita kemerdekaan di Palestina, kisah itu akan menyentuh emosi pembaca di mana pun mereka berada. “Di situlah empati global akan tumbuh," kata dia. 

Untuk memperluas jangkauan gerakan kebudayaan ini, LSBPI-MUI telah menggalang kerja sama lintas lembaga, baik di tingkat nasional maupun internasional. Jaringan strategis yang siap mendukung ISSA-Palestine 2026 antara lain Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, Forum Lingkar Pena (FLP), Himpunan Seni dan Budaya Islam (HSBI), Organisasi Internasional Alumni Al-Azhar Indonesia (OIAAI), Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), Friend of Palestine (FoP), hingga mitra internasional seperti Australian National Imams Council (ANIC), Penulis Budiman Malaysia, dan Sanubari (Islamic Artists Union).

Buya Pasni menegaskan bahwa keikutsertaan para penulis dunia dalam ajang ini akan menjadi kontribusi sejarah yang sangat berharga. Dia menyebut pena para penulis sebagai senjata kebudayaan yang luar biasa untuk menunjukkan kepada dunia sebagai respon kondisi kemanusiaan di Palestina atas tindakan Israel.