Kota Jalur Sutra yang Tenggelam 600 Tahun Silam Ditemukan, Begini Penampakannya
MUI Digital – Tim arkeolog berhasil mengungkap sisa-sisa sebuah pusat perdagangan besar Abad Pertengahan yang telah tenggelam selama lebih dari 600 tahun di Danau Issyk-Kul, Kyrgyzstan.
Kota kuno tersebut diyakini merupakan salah satu pusat perdagangan penting di Jalur Sutra sebelum akhirnya hilang akibat gempa bumi dahsyat pada awal abad ke-15.
Dikutip MUI Digital dari Heritage Daily, Selasa (16/6/2026), temuan tersebut berasal dari penelitian arkeologi bawah air yang dilakukan di perairan dangkal Danau Issyk-Kul dengan kedalaman antara satu hingga empat meter.
Penelitian ini merupakan proyek bersama Akademi Ilmu Pengetahuan Rusia dan Akademi Ilmu Pengetahuan Kyrgyzstan. Melalui pemetaan bawah air, para peneliti berhasil mengidentifikasi sebagian besar kawasan permukiman Jalur Sutra yang selama berabad-abad tersembunyi di dasar danau.
Baca juga: Momentum Tahun Baru Islam, Menag Ingatkan Pentingnya Dialog dan Rawat Persaudaraan
Para arkeolog menemukan jalan-jalan kuno, bangunan publik, serta kompleks pemakaman berukuran besar yang menunjukkan bahwa kawasan tersebut pernah menjadi pusat aktivitas ekonomi dan sosial yang penting.
Ekspedisi yang dipimpin Maxim Menshikov dan Valery Kolchenko berfokus pada kompleks Toru-Aygyr yang terletak di pesisir barat laut Danau Issyk-Kul.
Tim peneliti mendokumentasikan empat bagian permukiman yang tenggelam menggunakan drone bawah air, penyelaman langsung, dan teknik pengeboran.
Dalam proses penelitian, mereka menemukan dinding bata bakar, penggilingan batu, serta berbagai struktur arsitektur yang dirancang dengan baik.
Berdasarkan temuan tersebut, para peneliti menyimpulkan bahwa kawasan itu merupakan pusat perdagangan utama pada masanya.
Baca juga: Mengapa Muharram Dinamakan dengan Syahrullah atau Bulannya Allah SWT?
Di lokasi tersebut juga ditemukan indikasi keberadaan masjid, pemandian umum, dan madrasah yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat setempat.
Penelitian juga mengungkap keberadaan kompleks pemakaman Muslim seluas sekitar 14 hektare yang berada di kawasan warisan Jalur Sutra UNESCO.
Para arkeolog menemukan sisa-sisa kerangka manusia yang dimakamkan sesuai tradisi Islam. Sebagian makam terpapar akibat proses erosi yang disebabkan gelombang danau selama berabad-abad.
Para ilmuwan berharap penelitian laboratorium terhadap temuan tersebut dapat membantu mengungkap asal-usul, pola makan, dan kehidupan masyarakat yang pernah menghuni kawasan tersebut pada masa abad pertengahan.
Bukti-bukti sejarah juga menunjukkan bahwa sebelum Islam berkembang di wilayah itu, masyarakat setempat hidup dalam lingkungan yang dihuni berbagai tradisi keagamaan, termasuk Tengrisme, Buddha, dan Kristen Nestorian.
Danau Issyk-Kul merupakan danau tertutup yang tidak memiliki saluran keluar alami. Para peneliti meyakini kawasan permukiman tersebut tenggelam setelah gempa bumi besar melanda wilayah itu pada awal abad ke-15.
Baca juga: Tahun Baru Hijriyah, MUI Ajak Anak Muda Teladani Rasulullah
Bencana tersebut menyebabkan kota runtuh ke dasar danau dan secara bertahap tertutup lapisan sedimen selama berabad-abad.
Saat ini, para ilmuwan masih melakukan penelitian lanjutan melalui analisis lingkaran tahun pada kayu (tree-ring analysis) dan penanggalan radiokarbon terhadap balok-balok kayu yang ditemukan di lokasi.
Penelitian tersebut diharapkan dapat membantu menentukan secara lebih tepat waktu terjadinya bencana yang menyebabkan tenggelamnya kota kuno tersebut.
Para arkeolog kini terus mendokumentasikan sisa-sisa kawasan perdagangan dan produksi yang pernah ramai itu sebelum kerusakan lebih lanjut akibat erosi air menghilangkan jejak penting dari sejarah Jalur Sutra.