Ketum JATTI: Standardisasi Dai MUI Jadi Pintu Pengabdian Alumni Timur Tengah Lebih Luas
Ketum JATTI: Standardisasi Dai MUI Jadi Pintu Pengabdian Alumni Timur Tengah Lebih Luas
Jakarta, MUI Digital--Ketua Umum Jaringan Alumni Timur Tengah Indonesia (JATTI), Bachtiar Nasir, mengatakan bahwa program Standardisasi Dai MUI memiliki nilai esensial sebagai pintu gerbang strategis alumni Timur Tengah dapat mengoptimalkan pengabdian di berbagai lini kehidupan berbangsa dan bernegara.
Hal tersebut disampaikan Bachtiar Nasir di hadapan para peserta Standardisasi Dai Angkatan ke-51 yang diselenggarakan oleh Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Universitas Yarsi, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, pada Senin (2/11/2026).
Bachtiar mengajak para dai untuk mendudukkan niat dan orientasi keikutsertaan mereka dalam kerangka al-bashirah (pandangan mendalam dan kebijaksanaan). Dia mengingatkan agar keikutsertaan dalam program MUI ini tidak dipandang semata-mata sebagai upaya mencari pengakuan, melainkan sebagai sarana meluaskan dampak dakwah secara riil dan komprehensif di tengah masyarakat Indonesia.
"Supaya nilai keberadaan kita di sini bukan cuma sekadar hanya sebuah pengakuan dari negara yang diwakili oleh Majelis Ulama Indonesia, tetapi betul-betul memiliki nilai dan dampak dakwah yang besar," ujar Bachtiar Nasir.
Lebih lanjut, Bachtiar Nasir memaparkan sejumlah peluang strategis bagi para alumni Timur Tengah, khususnya lulusan Fakultas Syariah, untuk masuk ke dalam institusi-institusi penting negara. Dengan kapasitas keilmuan fiqih dan perbandingan mazhab yang matang, para dai dinilai sangat kompeten untuk mengisi posisi-posisi krusial, mulai dari lingkungan peradilan di bawah Mahkamah Agung hingga keterlibatan dalam Dewan Syariah Nasional (DSN) MUI.
Bachtiar juga menyoroti pentingnya peran umat Islam dan para cendekiawan Muslim dalam mengawal sektor-sektor strategis ekonomi umat, seperti optimalisasi aset wakaf.
Dia mendorong para alumni Timur Tengah untuk terus memperkuat persatuan, menjaga ukhuwah, serta proaktif mengambil peran konstruktif demi kemajuan dakwah dan kemaslahatan bangsa Indonesia ke depan.