Lewati ke konten utama
Rabu, 4 November 2026 / 24 Jumadil Awal 1448 H
Jadwal memuat...
Bertemu Mufti Mesir Prof Nadhir Muhammad ‘Ayyad, Waketum MUI Kiai Cholil Nafis Dorong Peran Strategis Ulama Kontemporer
Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH M Cholil Nafis, bersama Mufti Republik Arab Mesir, Prof Nadhir Muhammad ‘Ayyad, di Kantor Mufti Mesir, Kairo, Selasa (3/11/2026). Foto: MUI Digital
Berita

Bertemu Mufti Mesir Prof Nadhir Muhammad ‘Ayyad, Waketum MUI Kiai Cholil Nafis Dorong Peran Strategis Ulama Kontemporer

Bertemu Mufti Mesir Prof Nadhir Muhammad ‘Ayyad, Waketum MUI Kiai Cholil Nafis Dorong Peran Strategis Ulama Kontemporer

/ 23 Jumadil Awal 1448 H 2 menit baca 108 dibaca

Jakarta, MUI Digital — Penguatan peran ulama dalam menjawab berbagai persoalan umat di era modern menjadi salah satu pembahasan dalam pertemuan Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH M Cholil Nafis, dengan Mufti Republik Arab Mesir, Prof Nadhir Muhammad ‘Ayyad, di Kantor Mufti Mesir, Kairo, Selasa (3/11/2026).

Pertemuan silaturahim tersebut menjadi momentum untuk mempererat hubungan keulamaan Indonesia dan Mesir sekaligus membahas tanggung jawab ulama dalam menghadapi perkembangan sosial, dinamika keagamaan, kemajuan ilmu pengetahuan, serta perubahan global.

Dalam kesempatan tersebut, Kiai Cholil menyoroti pentingnya kemampuan ulama untuk terus menyesuaikan pendekatan keilmuannya dengan perkembangan zaman, tanpa meninggalkan prinsip-prinsip dasar ajaran Islam.

“Ulama tidak cukup hanya menjadi penjaga tradisi keilmuan dan pewaris khazanah keislaman, tetapi juga harus hadir memberikan panduan, pencerahan, dan solusi terhadap persoalan kontemporer,” tegas Kiai Cholil.

Selain itu, Pengasuh Pondok Pesantren Cendekia Amanah, Depok, Jawa Barat, tersebut juga menekankan bahwa penguasaan khazanah keilmuan Islam klasik perlu diiringi dengan pemahaman terhadap realitas kehidupan modern. Dengan demikian, ulama dapat memberikan panduan keagamaan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Tidak hanya membahas peran ulama, pertemuan tersebut turut menghasilkan kesepahaman untuk memperkuat kerja sama kelembagaan antara MUI dan institusi keulamaan di Mesir. Sejumlah program kolaborasi yang direncanakan meliputi pelatihan peningkatan kapasitas ulama, penyelenggaraan konferensi internasional bersama, serta penerjemahan dan pengembangan konsep Wasathiyatul Islam.

Lebih lanjut, kerja sama tersebut diharapkan tidak berhenti pada hubungan kelembagaan, tetapi berkembang menjadi pertukaran pemikiran dan penguatan jaringan antarulama kedua negara.

Dalam konteks tersebut, Indonesia dan Mesir dinilai memiliki akar tradisi keilmuan Islam yang kuat serta pengalaman panjang dalam merawat kehidupan beragama yang moderat. Potensi tersebut menjadi landasan bagi kedua negara untuk memperluas kontribusi dalam pengembangan pemikiran Islam di tingkat internasional.

Dalam kesempatan tersebut, Kiai Cholil juga mengingatkan pentingnya keluasan pandangan dan kebijaksanaan ulama dalam menyikapi perbedaan.

“Tantangan zaman membutuhkan ulama yang tidak hanya mendalam ilmunya, tetapi juga luas pandangannya, bijaksana dalam menyikapi perbedaan, dan mampu menghadirkan Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam,” kata Kiai Cholil.

Melalui silaturahim dan rencana kolaborasi tersebut, hubungan keulamaan Indonesia dan Mesir diharapkan semakin kuat serta mampu mendorong peran ulama dalam menghadirkan nilai-nilai Islam wasathiyah yang membawa kemaslahatan bagi umat dan masyarakat dunia. 

Google Ads
BAGIKAN:
Google Ads