Lewati ke konten utama
Kamis, 29 Oktober 2026 / 18 Jumadil Awal 1448 H
Jadwal memuat...
KH M Cholil Nafis
Waketum MUI KH M Cholil Nafis saat saat memberikan pengarahannya dalam Rapat Pleno DSN-MUI Ke-61 Tahun 2026 yang diselenggarakan di Novotel Jakarta Pulomas, Selasa (29/9/2026). Foto: Fachri/ MUI Digital
Berita

Waketum MUI Kiai Cholil Ajak Generasi Muda Terapkan Halal Lifestyle

Waketum MUI Kiai Cholil Ajak Generasi Muda Terapkan Halal Lifestyle

/ 18 Jumadil Awal 1448 H 5 menit baca 96 dibaca

Jakarta, MUI Digital—Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Muhammad Cholil Nafis, mengajak generasi muda untuk mengenal dan menerapkan halal lifestyle atau gaya hidup halal. 

Menurutnya, ajaran Islam mengenai halal dan haram tidak terbatas pada makanan dan minuman, tetapi juga berkaitan dengan pola hidup seorang Muslim.

Pesan tersebut disampaikan Cholil Nafis di Jakarta, Kamis (29/10/2026) dalam dukungannya terhadap penyelenggaraan Gen Halal Championship 2026. 

Ajang yang diselenggarakan LPPOM ini menjadi salah satu sarana edukasi halal bagi pelajar untuk memperluas pengetahuan sekaligus menumbuhkan kesadaran mengenai pentingnya prinsip halal dalam kehidupan sehari-hari.

Dia menjelaskan, dalam ajaran Islam, halal dan haram merupakan prinsip yang menjadi pertimbangan dalam menjalani kehidupan. Pemahaman ini perlu ditanamkan sejak dini agar generasi muda tidak hanya mengenal konsep halal secara teori, tetapi juga mampu menerapkannya ketika menentukan pilihan sehari-hari.

“Mari kita bersyukur atas adanya ajaran Islam yang mengajarkan halal dan haram, karena pada intinya syariat Islam itu berkaitan dengan halal dan haram. Bukan hanya persoalan makanan, tetapi juga berkenaan dengan bagaimana pola hidup halal,” ujar Kiai Cholil yang juga Pengasuh Pesantren Cendekia Amanah, Depok Jawa Barat ini. 

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa halal lifestyle tidak semata-mata berkaitan dengan makanan atau keberadaan label halal pada produk. Lebih luas dari itu, gaya hidup halal berhubungan dengan kesadaran seorang Muslim dalam mempertimbangkan prinsip agama ketika menjalani aktivitas sehari-hari.

Bagi generasi muda, pemahaman ini menjadi semakin relevan karena mereka berhadapan dengan beragam pilihan produk, tren konsumsi, dan perkembangan gaya hidup. Pengetahuan mengenai halal dapat membantu mereka lebih kritis dalam mencari informasi dan menentukan produk yang digunakan.

Kiai Cholil juga mengingatkan pentingnya menjaga kehalalan konsumsi sebagai bagian dari kehidupan beragama. Dalam perspektif Islam, apa yang dikonsumsi tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan fisik, tetapi juga perlu diperhatikan dari sisi kepatuhan terhadap ajaran agama.

Karena itu, kata dia, edukasi halal perlu membantu generasi muda memahami alasan di balik pentingnya memilih produk halal. Dengan pemahaman yang memadai, mereka diharapkan tidak sekadar mengikuti kebiasaan atau tren, tetapi mampu mengambil keputusan berdasarkan pengetahuan dan keyakinan yang dimiliki.

Penerapan gaya hidup halal dapat dimulai dari kebiasaan sederhana. Salah satunya adalah membiasakan diri mencari informasi mengenai status kehalalan produk sebelum mengonsumsinya atau menggunakannya.

Selain memperhatikan status halal, generasi muda juga perlu memahami pentingnya bahan yang digunakan dan proses yang berkaitan dengan produk tersebut. Kebiasaan ini dapat membantu membangun sikap yang lebih teliti ketika memilih barang konsumsi.

Ajakan Cholil Nafis secara khusus ditujukan kepada para pelajar dan anak muda, termasuk siswa SMP dan SMA. Dia mendorong generasi muda untuk berperan aktif dalam menyemarakkan gaya hidup halal, baik sebagai konsumen maupun sebagai calon pelaku usaha.

“Anak-anakku, teman-teman SMA, teman-teman SMP, para pemuda dan pemudi, giatkan halal lifestyle. Untuk kita memproduksi produk yang halal dan begitu juga kita mengonsumsi yang halal,” pesannya.

Pesan tersebut memperlihatkan bahwa kesadaran halal tidak hanya diperlukan ketika seseorang membeli atau mengonsumsi produk. Prinsip yang sama juga relevan bagi generasi muda yang kelak berperan sebagai produsen, pengusaha, inovator, maupun tenaga profesional di berbagai sektor industri.

Dalam konteks tersebut, pemahaman halal dapat menjadi bekal untuk menghasilkan produk yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan memperhatikan kebutuhan konsumen. Generasi muda juga dapat berkontribusi melalui penyebaran informasi yang benar mengenai halal di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat.

Edukasi sejak dini menjadi salah satu langkah untuk membangun generasi yang lebih kritis dan bertanggung jawab. Ketika pemahaman halal tumbuh bersama kebiasaan sehari-hari, prinsip tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai pengetahuan, tetapi menjadi bagian dari pertimbangan dalam mengambil keputusan.

Edukasi halal untuk pelajar  

Untuk memperkuat kesadaran halal di kalangan anak muda, Kiai Cholil turut mengajak para pelajar meramaikan Gen Halal Championship 2026. Dukungan ini sejalan dengan pentingnya menghadirkan edukasi halal melalui pendekatan yang dekat dengan dunia generasi muda.

“Ayo kita semarakkan, kita rayakan, dan kita meriahkan Gen Halal Championship 2026. Explore, Compete, and Inspire,” ungkapnya.

Gen Halal Championship 2026 merupakan kompetisi nasional yang diselenggarakan LPPOM bagi pelajar SMA/SMK/MA sederajat di seluruh Indonesia. Memasuki tahun kedua atau Season 2, ajang ini menjadi wadah bagi generasi muda untuk memperluas wawasan mengenai halal sekaligus mengembangkan pengetahuan, kreativitas, dan kemampuan berpikir kritis.

Rangkaian Gen Halal Championship 2026 akan mencapai babak grand final pada 6–8 November 2026. Tahap ini menjadi bagian penting dari penyelenggaraan kompetisi yang memberikan kesempatan bagi para pelajar untuk menunjukkan pengetahuan dan kemampuan mereka dalam memahami isu halal.

Mengusung tema Explore, Compete, Inspire, kompetisi ini mengajak peserta mengeksplorasi pengetahuan mengenai halal, menguji kemampuan melalui rangkaian kompetisi, serta mendapatkan inspirasi untuk berkontribusi dalam penguatan ekosistem industri halal.

Melalui pendekatan kompetisi, isu halal dapat diperkenalkan dengan cara yang lebih menarik bagi pelajar. Mereka tidak hanya mempelajari halal sebagai materi pengetahuan, tetapi juga dapat memahami relevansinya dengan pilihan konsumsi, perkembangan produk, dan peluang industri di masa depan.

Keterlibatan berbagai pihak turut dibutuhkan agar edukasi halal dapat berlangsung secara berkelanjutan. Keluarga, sekolah, lembaga pendidikan, organisasi keagamaan, dan penyelenggara edukasi memiliki peran dalam membantu generasi muda memahami prinsip halal secara lebih luas dan aplikatif.

Dukungan tokoh agama seperti Kiai Cholil juga memperkuat pesan bahwa literasi halal merupakan bagian penting dari pembentukan generasi yang memiliki pemahaman agama sekaligus mampu bersikap kritis dalam menghadapi perkembangan zaman.

Penerapan halal lifestyle membutuhkan kesadaran yang tumbuh secara berkelanjutan, bukan sekadar mengikuti ajakan sesaat. Generasi muda perlu membangun kebiasaan untuk memahami informasi produk, mempertimbangkan aspek kehalalan, dan menjadikan prinsip halal sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.

Melalui Gen Halal Championship 2026, LPPOM mengajak para pelajar untuk terus belajar, berkompetisi, dan menginspirasi lingkungan sekitarnya. Kegiatan ini diharapkan dapat memperluas wawasan generasi muda sekaligus mendorong keterlibatan mereka dalam membangun ekosistem industri halal Indonesia.

Dengan edukasi yang tepat dan keterlibatan berbagai pihak, generasi muda diharapkan mampu memahami gaya hidup halal secara lebih kritis dan aplikatif. Kesadaran tersebut menjadi bekal untuk mengambil keputusan yang bertanggung jawab, baik sebagai konsumen maupun sebagai bagian dari masyarakat dan industri di masa depan.  (GI/YN)

Google Ads
BAGIKAN:
Google Ads