Lewati ke konten utama
Selasa, 27 Oktober 2026 / 16 Jumadil Awal 1448 H
Jadwal memuat...
Mohamed Salah
Mohamed Salah. Foto: Istimewa
Berita

Nyanyian Suporter untuk Pesepakbola Mohamed Salah Picu Kecaman Pendakwah Turki

Nyanyian Suporter untuk Pesepakbola Mohamed Salah Picu Kecaman Pendakwah Turki

/ 16 Jumadil Awal 1448 H 2 menit baca 162 dibaca

 Ankara, MUI Digital-Pendakwah Turki, Ihsan Şenocak, memicu perdebatan di media sosial setelah mengkritik nyanyian suporter Trabzonspor untuk bintang sepak bola Mesir, Mohamed Salah. 

Ia meminta para pendukung klub tersebut segera menghentikan nyanyian itu. Menurutnya, nyanyian tersebut dapat mengundang murka Allah dan mendatangkan berbagai musibah bagi masyarakat.

Dikutip dari Aljazeera, Selasa (27/10/2026), persoalan ini bermula dari nyanyian yang dilantunkan suporter Trabzonspor untuk merayakan gol-gol Salah. Nyanyian itu berbunyi, “Allah, Allah, Muhammad Salah.” 

Şenocak keberatan karena menilai ungkapan yang berkaitan dengan syiar Islam tidak semestinya digunakan dalam konteks dukungan sepak bola seperti itu.

Dalam unggahan di akun media sosialnya, Şenocak mengingatkan identitas keagamaan Kota Trabzon. Ia menggambarkan kota tersebut sebagai tempat lahirnya para ulama dan menyebut masyarakatnya memperoleh kehormatan serta kemuliaan dari Islam dan iman.

Ia juga menyinggung perlawanan penduduk Trabzon terhadap tentara Rusia pada abad ke-19. Menurutnya, sejarah tersebut menunjukkan bahwa kebanggaan dan kehormatan masyarakat kota itu berakar pada Islam.

“Trabzon itu apa? Bukankah kota ini merupakan tempat lahirnya para ulama? Ketika pasukan Rusia tiba di pesisir Trabzon pada abad ke-19, penduduk kota menghadapi mereka dan menimbulkan kerugian bagi pasukan tersebut. Dari mana Trabzon memperoleh kehormatan itu? Dari Islam,” ujar Şenocak.

Dengan mengatasnamakan dirinya sebagai salah satu putra daerah, ia mempertanyakan alasan ribuan suporter melantunkan nyanyian tersebut.

“Bagaimana mungkin sebuah kota yang memperoleh kehormatannya dari Islam dan iman justru memiliki ribuan penduduk yang meneriakkan, ‘Allah, Allah, Muhammad Salah’?” katanya.

Şenocak meminta para pendukung Trabzonspor menghentikan nyanyian itu, terlepas dari apa pun niat mereka. Ia menilai ungkapan yang berkaitan dengan syiar Islam tidak boleh diperlakukan sembarangan.

“Bisa jadi niatmu berbeda, saudaraku. Namun, syiar Islam dan ungkapan yang berkaitan dengannya tidak semestinya dipermainkan. Trabzon adalah kota Islam dan ilmu. Saya berharap saudara-saudara saya segera menghentikan hal ini,” ujarnya.

Ia menutup pernyataannya dengan peringatan keras kepada para suporter agar tidak lagi melantunkan nyanyian tersebut.

“Hentikan nyanyian ini sekarang juga. Kalian akan mendatangkan murka Allah kepada kita, dan berbagai bencana serta musibah akan menimpa kita,” katanya.

Sikap Şenocak mencerminkan keberatannya terhadap penggunaan ungkapan tersebut dalam konteks dukungan olahraga. Ia berpandangan bahwa karena ungkapan itu berkaitan dengan istilah keagamaan, penggunaannya di tribun stadion tidak dapat dibenarkan, meskipun tujuannya untuk merayakan keberhasilan pemain Mesir tersebut.

Google Ads
BAGIKAN:
Google Ads