Lewati ke konten utama
Rabu, 28 Oktober 2026 / 17 Jumadil Awal 1448 H
Jadwal memuat...
Logo MUI
Ilustrasi logo MUI. Foto MUI Digital.
Berita

MUI Sesalkan Konser Andrea Bocelli di Indonesia Tetap Digelar

MUI Sesalkan Konser Andrea Bocelli di Indonesia Tetap Digelar

/ 17 Jumadil Awal 1448 H 6 menit baca 141 dibaca

Jakarta, MUI Digital— Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyesalkan keputusan Pemerintah Indonesia dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) yang tetap memberikan izin penyelenggaraan konser penyanyi Andrea Bocelli, di Candi Borobudur dan Jakarta.

Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional, Prof Sudarnoto Abdul Hakim, menilai keputusan tersebut tidak konsisten dan bertentangan dengan komitmen yang sebelumnya disampaikan oleh Sekretaris Kementerian Pariwisata RI, Bayu Aji, untuk menghormati dan mengikuti sepenuhnya keputusan serta arahan  MUI mengenai konser Andrea Bocelli. 

"Saya sangat menyesalkan keputusan pemerintah yang ternyata tidak 'tegak lurus' (istilah yang disebut pejabat Kementerian Pariwisata usai pertemuan dengan MUI) dengan sikap dan pernyataan resmi MUI serta aspirasi masyarakat," kata Prof Sudarnoto, kepada MUI Digital, di Jakarta, Rabu (28/10/2026).  

Prof Sudarnoto menjelaskan bahwa MUI telah menyampaikan masukan dan pesan resmi kepada pemerintah terkait rekam jejak Bocelli. 

Berdasarkan sumber kelompok zionis di Amerika Serikat, Bocelli tercatat pernah tampil dalam acara penggalangan dana untuk tentara Israel (IDF) pada 2010.

Dia menyebut Tentara Israel (IDF) dengan sangat nyata, dan semua orang tahu, adalah pelaku kejahatan yang sangat brutal dan sadis, yaitu genosida yang berlangsung sampai hari ini. 

“Bocelli memang bukan zionis dan lirik-lirik lagunya bagus, melainkan tindakannya tampil bernyanyi di acara penggalangan dana FIDF membuktikan dukungannya kepada mesin pembunuh zionis," ujar Prof Sudarnoto.

Prof Sudarnoto menegaskan, sebagai penyanyi internasional, Bocelli diyakini paham siapa IDF saat menyanggupi tampil dalam acara tersebut.

Oleh karena itu, penolakan MUI dan elemen masyarakat didasarkan pada alasan kemanusiaan dan penolakan terhadap penjajahan, bukan alasan lainnya.

"Saya sungguh heran Indonesia bisa dijadikan tempat konser bagi seseorang yang nyata telah memberikan dukungan kepada pasukan penjajah,” tutur dia.  

Padahal, kata dia, amanat Pembukaan UUD 1945 sangat jelas. Seharusnya pemerintah menunjukkan komitmen sungguh-sungguh untuk menghapuskan penjajahan, bukan malah menerima seseorang yang nyata mendukung tentara penjajah.

Terkait adanya informasi mengenai bantuan 100 ribu pasang sepatu yang dikaitkan dengan kedatangan penyanyi tersebut, Prof Sudarnoto menilai hal itu tidak relevan dan tidak sebanding dengan kejahatan kemanusiaan di Palestina.

Dia menegaskan soal sumbangan 100 ribu pasang sepatu, itu tak relevan dikaitkan dengan keberatan MUI dan masyarakat, apalagi jika sumbangan itu berasal dari promotor. 

“Dan 100 ribu pasang sepatu sama sekali tidak sebanding dengan kebrutalan IDF membunuhi penduduk Gaza," tuturnya.

Meski pelaksanaan konser tinggal menghitung hari, MUI masih berharap pemerintah mau meninjau kembali izin yang telah dikeluarkan oleh Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto demi kemaslahatan umum dan keadilan bagi bangsa Palestina.

Di samping itu, Prof Sudarnoto juga menyampaikan pesan langsung kepada Bocelli dan tim manajemennya untuk menunjukkan iktikad baik secara terbuka.

Dia mengingatkan Jika Bocelli sekarang benar-benar cinta kemanusiaan, tolong tunjukkan tidak saja dari lagu-lagunya. Buatlah pernyataan penyesalan atas keikutsertaannya dalam penggalangan dana untuk IDF, meskipun itu kesalahan masa lalu. 

“Semoga Bocelli dan manajemennya bisa mempertimbangkan hal ini dengan baik," tutur dia.

Sebelumnya diberitakan, Konser Andrea Bocelli Romanza 30th Anniversary World Tour Indonesia dipastikan tetap berlangsung sesuai jadwal, yakni pada 31 Oktober 2026 di kawasan Borobudur, Magelang, dan 3 November 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta.

Promotor Shoemaker Live menyatakan, keputusan tersebut diambil setelah mendengarkan berbagai pandangan dan masukan dari masyarakat serta mempertimbangkan sejumlah aspek strategis, termasuk sektor pariwisata, kebudayaan, dan ekonomi kreatif nasional.

Founder Shoemaker Live, Prajna Murdaya, mengatakan pihaknya memahami bahwa konser tersebut tidak hanya dipandang sebagai pertunjukan musik, tetapi juga memiliki makna kemanusiaan bagi masyarakat yang menaruh perhatian terhadap konflik dan penderitaan akibat perang.

“Kami mendengarkan setiap pandangan tersebut dengan hati terbuka. Maestro Bocelli senantiasa menjunjung nilai-nilai kemanusiaan dan ingin menyampaikan harapan akan perdamaian, terutama bagi mereka yang hingga hari ini belum dapat merasakannya,” ujar Prajna dalam keterangan pers di Jakarta, Rabu (28/10/2026) sebagaimana dikutip Antara.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat, tokoh agama, pemerhati isu sosial, serta para pemangku kepentingan yang telah membuka ruang dialog terkait penyelenggaraan konser tersebut.

Apresiasi turut diberikan kepada Pemerintah Republik Indonesia atas dukungan dan arahan selama proses persiapan acara.

“Kami menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Republik Indonesia atas dukungan dan arahan yang diberikan selama proses ini, sehingga konser Maestro Bocelli dapat diselenggarakan dengan aman,” lanjut Prajna.

Kehadiran Andrea Bocelli di Indonesia diharapkan menjadi momentum untuk menyuarakan perdamaian, persatuan, dan persaudaraan di tengah berbagai konflik kemanusiaan yang masih berlangsung di sejumlah wilayah dunia.

Melalui pendekatan seni dan musik, berbagai inisiatif tersebut diharapkan dapat membuka kesempatan belajar, mengembangkan potensi generasi muda, serta mendukung kesejahteraan masyarakat.

Semangat kemanusiaan itu juga akan menjadi bagian dari rangkaian konser di Borobudur dan Jakarta. Promotor menyebut program musik telah disusun secara khusus untuk mengangkat nilai perdamaian dan persatuan.

Salah satu lagu dalam pertunjukan tersebut akan didedikasikan bagi kemanusiaan dan perdamaian dunia, dengan perhatian khusus kepada anak-anak serta masyarakat yang hidup di tengah perang dan penderitaan.

Selain pertunjukan musik, Shoemaker Live juga menyelenggarakan kegiatan penggalangan dana untuk mendukung program-program kemanusiaan di berbagai negara.

Salah satu bentuk kontribusi yang disampaikan promotor ialah donasi 100 ribu pasang sepatu bagi anak-anak di Palestina dan negara-negara lain yang terdampak perang.

Inisiatif tersebut diharapkan dapat menjadi wujud kepedulian terhadap anak-anak yang menghadapi keterbatasan kebutuhan dasar akibat konflik.

Anak-anak sebagai kelompok rentan perlu memperoleh perhatian, perlindungan, dan dukungan agar tetap memiliki kesempatan untuk menjalani kehidupan yang lebih baik.

Pesan kemanusiaan dalam konser ini sekaligus mengajak masyarakat untuk tidak melupakan mereka yang hingga kini belum dapat menikmati kehidupan yang aman dan tenteram.

Di sisi lain, penyelenggaraan konser berskala internasional ini diharapkan memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah dan nasional.

Promotor menilai kegiatan tersebut berpotensi meningkatkan tingkat hunian hotel, permintaan layanan transportasi, serta membuka peluang usaha bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Konser juga memberikan kesempatan bagi pelaku seni lokal, termasuk musisi orkestra, penyanyi, paduan suara, dan penari daerah, untuk terlibat dalam kegiatan bertaraf internasional. Keterlibatan tersebut diharapkan dapat memperluas pengalaman profesional sekaligus membuka ruang pertukaran pengetahuan dengan pelaku industri musik dunia.

Penyelenggaraan acara internasional yang aman dan profesional juga diharapkan memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi pariwisata global yang mampu menjadi tuan rumah berbagai kegiatan seni dan budaya kelas dunia.

Google Ads
BAGIKAN:
Google Ads