Lewati ke konten utama
Minggu, 4 Oktober 2026 / 22 Rabiul Akhir 1448 H
Jadwal memuat...
Ilustrasi bendera Inggris
Ilustrasi bendera Inggris - Photo by Ian Taylor on Unsplash
Berita

Menlu Inggris Kritik Keras Pemerintahan Netanyahu Atas Tindakan Terhadap Gaza

Menlu Inggris Kritik Keras Pemerintahan Netanyahu Atas Tindakan Terhadap Gaza

/ 22 Rabiul Akhir 1448 H 3 menit baca 116 dibaca

London,MUI Digital- Menteri Luar Negeri Inggris Ed Miliband mengecam keras tindakan pemerintah Israel di Gaza dan Tepi Barat.

Dalam pidatonya pada konferensi tahunan Partai Labour, pada 28 September 2026 lalu, Miliband menyebut kondisi yang terjadi di wilayah Palestina  sebagai noda pada hati nurani dunia.

Pernyataan tersebut menjadi salah satu kritik paling keras yang disampaikan Partai Labour terhadap pemerintahan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. 

Dikutip dari  Saudigazette.com, Ahad (4/9/2026), Miliband bahwa penderitaan yang dialami rakyat Palestina tidak dapat dibenarkan oleh tindakan yang dilakukan oleh pemerintah Israel.

“Saya ingin mengatakan kepada jutaan orang di negara ini, dan juga di tempat lain, yang merasa tersentuh dan marah oleh penderitaan rakyat Palestina: kami mendengar suara kalian. Kalian benar,” kata Miliband. 

Miliband mengatakan Partai Labour telah mengubah pendekatannya di bawah kepemimpinan Andy Burnham. Menurut dia, pemerintah Inggris akan mengambil sikap yang lebih tegas terhadap berbagai tindakan yang terjadi di Gaza dan Tepi Barat.

“Di bawah kepemimpinan Andy, kami telah mengatur ulang pendekatan kami. Kami mengecam pembersihan etnis oleh para pemukim teroris di Tepi Barat. Kami mengecam bukti kejahatan perang di Gaza. Kami mengecam pendudukan ilegal Israel atas Palestina, dan kami menyelaraskan kata-kata dengan tindakan,” ujarnya.

Tak hanya melalui pernyataan politik, Inggris juga berencana mengambil langkah ekonomi terhadap permukiman Israel yang dianggap ilegal. 

Miliband mengatakan pemerintah Inggris akan melarang impor barang yang berasal dari permukiman tersebut serta mengganggu jalur pasokan yang melibatkan sektor keuangan, konstruksi, dan jasa Inggris untuk mendukung permukiman ilegal.

“Kami akan melarang impor barang dari permukiman ilegal. Kami akan mengganggu jalur pasokan bagi keuangan Inggris, konstruksi Inggris, dan jasa-jasa Inggris untuk permukiman ilegal,” kata dia menegaskan.

“Persoalan kami bukan dengan rakyat Israel, melainkan dengan tindakan pemerintahnya,” imbuhnya.

Selain persoalan Gaza dan Palestina, Miliband juga menyerukan hubungan yang lebih erat antara Inggris dan Uni Eropa. 

Menurut dia, Eropa memiliki posisi penting bagi nilai-nilai, kepentingan, dan aliansi Inggris, termasuk dalam isu perubahan iklim, Timur Tengah, perdagangan, pertahanan, dan keamanan.


“Kami adalah bagian dari perjuangan ini sebagai kaum humanis, tetapi juga sebagai orang-orang Eropa yang bangga. Ini adalah benua kita,” katanya.

Miliband menilai Inggris tidak dapat menghadapi berbagai persoalan tersebut sendirian dan membutuhkan kerja sama dengan negara-negara Eropa lainnya.

“Jadi, bukan hanya Inggris yang bertindak sendiri, tetapi Inggris bersama negara-negara lain. Masa depan kita terletak pada kemitraan yang lebih kuat dan lebih mendalam dengan Uni Eropa,” ungkapnya.

BAGIKAN: