Pesan Singkat di Tengah Gemuruh Kehidupan Politik Tanah Air: Padamkan Api Selagi Kecil!
Pesan Singkat di Tengah Gemuruh Kehidupan Politik Tanah Air: Padamkan Api Selagi Kecil!
Oleh: Dr H Anwar Abbas, M.Ag
Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI)/Pengamat Sosial Ekonomi dan Keagamaan
Editor: Admin
Jakarta, MUI Digital — Jika ada masalah, jangan biarkan masalah tersebut berseliweran dan mengganggu ketenangan hidup masyarakat, apalagi kalau masalah tersebut terkait dengan politik karena percikan apinya akan bisa menyambar ke mana-mana. Oleh karena itu, selesaikan masalahnya secepatnya dan dengan sebaik-baiknya sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
Hal itu penting dilakukan karena seperti dikatakan orang-orang bijak di negeri ini, padamkan api selagi kecil, sebab kalau sudah besar maka tentu akan sulit memadamkannya seperti Karhutla sehingga semua orang akan terganggu dan susah dibuatnya.
Bahkan, masalah dan dampaknya bisa lebih hebat lagi dari itu karena secara sosial dia akan membuat masyarakat terbelah ke dalam kubu dan poros, di mana di antara mereka akan tumbuh perasaan saling membenci dan memusuhi.
Keadaan tentu akan semakin runyam bila pembelahan tersebut bertransformasi menjadi sesuatu yang lebih bersifat permanen, sehingga istilah yang ada dalam pergaulan sehari-hari hanya kata kami dan mereka.
Bila keadaannya sudah seperti itu, tentu tidak akan mudah untuk menyatukannya kembali karena kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah sudah terlanjur bermasalah. Hal ini, tentu akan membuat posisi pemerintah semakin sulit dan rapuh, dan kita tentu saja tidak mau hal itu terjadi.
Untuk itu, kita mengimbau pihak pemerintah agar secepatnya mengambil tindakan karena secara ekonomi bila ketidakpastian politik terus berlangsung, apalagi sampai berlarut-larut, maka kehidupan ekonomi masyarakat tentu akan semakin bermasalah.
Dalam keadaan seperti itu, para investor tidak akan mau berinvestasi, lapangan kerja tentu akan mengecil, rupiah tentu akan melemah, harga-harga barang kebutuhan masyarakat tentu akan naik karena biaya distribusi dan risiko akan meningkat.
Jika keadaan ini terus berlangsung dan tidak dapat dikendalikan, negeri ini berpotensi terseret ke dalam tiga jenis krisis yang saling berkaitan dan berkelindan, yaitu krisis sosial, ekonomi, dan politik. Dan kita tentu saja tidak mau hal itu terjadi karena biayanya sangat besar dan cara mengatasinya juga akan sangat sulit.