Program Rumah Subsidi, Ikhtiar IsDF MUI Perkuat Kesejateraan Dai dan Guru Ngaji
A Fahrur Rozi
Penulis
Admin
Editor
Jakarta, MUI Digital — Di tengah besarnya peran dai dan guru ngaji dalam membina umat, tidak sedikit dari mereka yang hingga kini masih menghadapi keterbatasan ekonomi, termasuk belum memiliki rumah layak huni.
Kondisi tersebut mendorong lahirnya berbagai ikhtiar filantropi Islam untuk menghadirkan solusi nyata bagi kesejahteraan para pejuang dakwah.
Melalui semangat kolaborasi dan kepedulian umat, Islamic Dakwah Fund (IsDF) MUI bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) menggelar Sosialisasi Gerakan Filantropi Islam MUI dan Program Rumah Subsidi bagi Dai dan Guru Ngaji di Pondok Pesantren Mufidah Santi Asromo, Majalengka, Sabtu (24/5/2026).
Baca juga: IsDF Dorong Sinergi Filantropi, 24 LAZ Nasional Siap Berkolaborasi dengan MUI
Kegiatan ini disebut sebagai bagian dari ikhtiar memperkuat kesejahteraan para pejuang dakwah melalui kolaborasi filantropi Islam yang produktif dan berkelanjutan.
Menurut Ketua IsDF MUI, Trisna Ningsih Yuliati, filantropi Islam tidak hanya berbicara tentang memberi, tetapi menghadirkan kebermanfaatan yang nyata bagi umat.
Menurutnya, zakat, infak, sedekah, dan wakaf merupakan instrumen penting dalam membangun peradaban Islam jika dikelola secara amanah dan profesional.
“Filantropi Islam sejatinya bukan hanya tentang memberi, melainkan tentang menghadirkan kebermanfaatan dan menjaga martabat umat,” kata dia, dalam keterangannya kepada MUI Digital, di Jakarta, Selasa (26/5/2026).
Ketika dikelola secara amanah dan profesional, ia mampu menjadi kekuatan besar untuk pendidikan, pemberdayaan ekonomi, kesehatan, hingga kesejahteraan para pejuang dakwah," ujarnya.
Baca juga: Ramadhan Berbagi Keberkahan, IsDF MUI Salurkan Ribuan Paket Sembako, Santunan Anak Yatim, dan Takjil
Karena itu, dia mengajak seluruh elemen umat untuk memperkuat sinergi demi menghadirkan kemaslahatan yang lebih luas, terlebih memberikan manfaat kepada para dai dan guru ngaji yang telah banyak mengabdikan diri mendidik generasi.
Pasalnya, kata dia, begitu banyak dai dan guru ngaji yang mengabdikan hidupnya untuk membina umat dengan penuh keikhlasan. Namun tidak sedikit yang hingga hari ini masih menghadapi keterbatasan dalam hal kesejahteraan dan tempat tinggal yang layak.
Menurutnya, MUI sebagai rumah besar umat, lembaga filantropi, perbankan syariah, para donatur, dan seluruh elemen masyarakat harus bergerak bersama.
Dia mengatakan, karena itu, Program Rumah Subsidi untuk Dai dan Guru Ngaji ini bukan sekadar program pembangunan rumah. Ini adalah bentuk penghormatan kepada para penjaga nilai-nilai Islam di tengah masyarakat.
“Kita ingin para dai dan guru ngaji dapat berdakwah dengan lebih tenang, lebih bermartabat, dan memiliki harapan masa depan yang lebih baik bagi keluarganya," ujarnya.
Baca juga: IsDF-MUI Galang Kolaborasi Nasional Perkuat Ekosistem Ziswaf
Sementara itu, Wakil Bupati Majalengka, Dena Muhamad Ramdhan, turut menyampaikan apresiasi atas sinergi yang dibangun MUI melalui IsDF dalam menghadirkan Program Rumah Subsidi untuk Dai dan Guru Ngaji di Kabupaten Majalengka.
Dia menyampaikan, Pemerintah Kabupaten Majalengka sebelumnya telah mengalokasikan bantuan sekitar Rp3 miliar untuk program yang sejalan, yakni bantuan bagi marbut masjid dan petugas pemulasaraan jenazah.
“Kami sangat berterima kasih atas hadirnya program ini di Majalengka. Ini menjadi bagian dari perhatian bersama terhadap para pejuang umat,” ujarnya.
Sementara itu, Pimpinan Baznas, Saidah Sakwan, menjelaskan berbagai program Baznas yang bersinergi dengan MUI, NU, Muhammadiyah, dan berbagai organisasi kemasyarakatan Islam lainnya.
“Kami memiliki program bantuan untuk para dai yang menjaga obor dakwah di daerah 3T, yakni tertinggal, terluar, dan terdepan,” jelasnya.
Selain itu, Baznas juga memiliki program beasiswa kader ulama hingga jenjang doktoral (S3), beasiswa santri Ma’had Aly, serta bantuan rumah layak huni bagi dai dan guru ngaji.
Baca juga: IsDF MUI Gandeng KPRK Gelar Ramadhan Berkah, Siapkan 1500 Paket Takjil Gratis
“Untuk Majalengka, terdapat bantuan rumah layak huni sebanyak 15 rumah dengan nilai bantuan Rp25 juta per rumah. Pembiayaannya dibagi antara Baznas Pusat, Baznas Provinsi, dan Baznas Kabupaten Majalengka,” ungkap Saidah.
Tidak hanya itu, Pengasuh Ponpes Mufidah Santi Asromo KH Zaki Mulyatno juga menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada IsDF MUI serta Baznas yang telah memilih Ponpes Santi Asromo sebagai lokasi kegiatan.
“Pesantren ini merupakan pesantren bersejarah yang didirikan oleh KH Abdul Halim, salah satu pendiri PUI sekaligus Pahlawan Nasional. Kami merasa bersyukur dan terhormat kegiatan ini dilaksanakan di tempat yang memiliki sejarah perjuangan umat,” ujarnya.