PPIH Arab Saudi Mulai Diberangkatkan Jumat, Kemenhaj Ingatkan Profesionalisme
Sanib
Penulis
Admin
Editor
JAKARTA— Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 2026 diberangkatkan perdana pada Jumat (17/4/2026) 2026.
Sebanyak 348 petugas akan bertolak dari Bandara Soekarno-Hatta menuju Bandara Internasional King Abdul Azis, Jeddah.
Sebelum berangkat, PPIH Arab Saudi mengikuti pembekalan di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur pada Kamis, 16 April 2026 malam.
“Pembekalan ini untuk merefresh kembali setelah sebulan penuh kita menjalankan ibadah puasa Ramadhan,” kata Chandra Sulistio Reksoprodjo, Direktur Bina Petugas Haji Reguler di Kementerian Haji dan Umrah, dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (18/4/2026).
Selain Chandra, hadir pula Harun Al-Rasyid, Direktur Jenderal Pengendalian Haji dan Umrah Kementerian Haji memberikan pembekalan.
Baca juga: Bertemu Dubes Arab Saudi, Ketum MUI Apresiasi Pelayanan Terbaik untuk Jamaah Haji dan Umrah
Chandra mengatakan setelah Lebaran waktunya cukup panjang, sehingga perlu refresh kembali. Dia menyampaikan petugas haji sebagai pelayan tamu Allah di Tanah Suci.
Sebagai petugas, lanjutnya, merupakan representasi negara. Dia mengingatkan petugas haji menjaga sikap secara profesional.
“Saat bertugas, jamaah dari seluruh negara akan melihat kita. Kita tidak ingin wajah negara tercoreng karena pelanggaran tata tertib dari petugas haji,” tuturnya.
Dia mencontohkan barang bawaan yang boleh atau tidak boleh dibawa, jangan sampai melanggar bea cukai Arab Saudi,” katanya.
Dalam bersikap, dia mengingatkan kerja tim yang solid sebagai cerminan sikap, termasuk dalam bertutur kata. “Begitu pula kelengkapan seragam ketika bertugas lengkap dengan identitas dan atribut,” ungkapnya.
Harun Al-Rasyid menambahkan petugas menghadapi tantangan selama rangkaian di Armuzna. “Pelayanan jamaah haji maksimal selama proses ibadah di Armuzna. Wujudkan layanan terbaik untuk seluruh jamaah haji kita,” tuturnya.
Pembekalan ditutup dengan doa untuk kelancaran seluruh rangkaian haji di Tanah Suci. Jamaah haji terlayani dengan baik dan meraih predikat mabrur-mabrurah. (Sanib, ed: Nashih