Perkembangan Media MUI, Agenda Besar Menuju Kantor Berita Keislaman
Fitri Aulia Lestari
Penulis
Admin
Editor
Jakarta, MUI Digital— Dewan Pimpinan (DP) Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyambut gembira atas peningkatan yang sangat signifikan oleh media MUI.
Wakil Sekretaris Jenderal Infokomdigi MUI, H Asrori S Karni, mengatakan penerimaan publik atau umat terhadap media MUI semakin baik. Berdasarkan data, konten keagamaan yang diproduksi media MUI sangat tinggi pembacanya.
Misalnya, dalam website MUI Digital, konten-konten mengenai panduan keagamaan seperti panduan sholat tahajud pembacanya sangat tinggi ketika waktu sholat tahajud. Begitu juga dengan sikap MUI pada isu-isu strategis global.
"Misalnya isu tentang dinamika Timur Tengah, isu tentang sikap pemerintah terhadap BoP, mendapatkan atensi yang sangat tinggi dari pembaca," kata Asrori, saat berbincang dengan MUI Digital di Jakarta, Sabtu (25/4/2026).
Asrori menambahkan, dalam website MUI Digital, kunjungan baru pada Februari dan Maret jumlah peningkatannya mencapai lebih dari 100 persen.
"Begitu juga media sosial MUI Digital dan MUI TV angkanya juga tinggi sekali. Ini semua patut kita syukuri bahwa posisi media MUI sebagai referensi umat, inspirasi dunia. Dan berharap media MUI menjadi kantor berita keislaman bagi masyarakat," ujarnya.
Penguatan kelembagaan
Asrori mengungkapkan, pencapaian ini membuat Dewan Pimpinan MUI merasa gembira dan berkomitmen memberikan dukungan. Asrori menambahkan, dukungan tersebut untuk mendorong penguatan kelembagaan media MUI.
"Tadi disampaikan oleh pimpinan, bagaimana selain berproduksi, kru di media MUI ini semuanya terfasilitasi pengembangan profesionalitasnya masing-masing dari berbagai aspek kompetensi, aspek karier, dan kesejahteraan maupun lainnya," ungkapnya.
Asrori menambahkan, Dewan Pimpinan MUI memberikan penugasan kepada Bidang Infokomdigi MUI untuk mengkaji format kelembagaan media MUI ke depan dengan membentuk badan hukum sendiri.
"Sehingga kru media MUI ini bisa seperti hubungannya pegiat media profesional, jurnalis profesional, bahkan menjadi laboratorium mengkader jurnalis-jurnalis Muslim yang punya komitmen keIslaman, termasuk mendakwahkan spirit Islam Wasathiyah sebagaimana menjadi paradigma MUI," kata dia.
Bank konten keagamaan
Sementara itu, Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Kiai Cholil Nafis, mengapresiasi perkembangan media MUI yang dinilai semakin modern dan mampu menjangkau generasi muda, sekaligus mendorongnya menjadi “bank konten” keagamaan di ruang digital.
Menurutnya, transformasi media MUI yang kini hadir di berbagai platform membuatnya semakin relevan bagi masyarakat, khususnya kalangan milenial, generasi Z, hingga generasi Alpha.
“Saya mengapresiasi terhadap media MUI yang lebih milenial, bahkan gen Z dan gen Alpha sudah bisa menikmati. Banyak teman-teman di luar yang ingin menjajaki kerja sama dengan media-media MUI yang katanya sudah keren,” ujarnya kepada MUIDigital .
Dia menilai, keberadaan media MUI di berbagai kanal seperti televisi, website, hingga media sosial menjadi kekuatan dalam menyebarkan informasi keagamaan secara luas.
“Menurut saya sekarang media MUI, TV, web, TikTok, media sosial sudah keren banget. Tinggal terus ditingkatkan, kontennya juga lebih banyak disebarkan,” katanya.
Kiai Cholil juga mendorong agar MUI ke depan dapat memperkuat perannya sebagai pusat produksi dan distribusi konten keagamaan yang kredibel.
“Saya berharap MUI bisa menjadi bank konten religi, bank konten keagamaan,” ungkapnya.
Selain itu, ia menilai MUI berpotensi menjadi payung besar bagi media-media Islam dalam menghadirkan konten yang positif di tengah derasnya arus informasi digital.
“MUI bisa menjadi payung besar dari media-media Islam untuk menyebarkan yang baik, karena di dunia maya itu membutuhkan konten yang edukatif, valid, original, dan tentu mendapat trust,” jelasnya.
Dia menegaskan, kepercayaan publik menjadi kunci utama dalam penyebaran informasi keagamaan, sehingga media MUI diharapkan terus menjaga kualitas dan kredibilitas kontennya.
“Karena punya referensi yang baik dan tentu terpercaya,” ujar dia.
Rujukan dan inspirasi
Sekretaris Jenderal MUI Buya Amirsyah Tambunan, merasa bersyukur dengan pencapaian ini. Berdasarkan data yang disampaikan ketika Rapat Dewan Pimpinan MUI, konten yang paling signifikan diminati oleh masyarakat melalui media MUI adalah bimbingan keagamaan.
"Yang sangat signifikan di antaranya adalah bimbingan keagamaan, soal doa, soal fatwa, dan di samping itu ada berita-berita yang berkenaan dengan hal yang bersifat aktual," ungkapnya.
Buya Amirsyah menilai, media MUI memiliki peran strategis sebagai rujukan dan inspirasi umat, sekaligus menjadi wadah untuk menampung aspirasi masyarakat.
“Tema sentralnya adalah sebagai rujukan dan inspirasi, sekaligus menampung aspirasi dunia. Artinya MUI memiliki tanggung jawab yang besar, selain melayani umat dengan pemberitaan yang menyejukkan, juga menjembatani kebijakan pemerintah, termasuk isu-isu internasional,” jelasnya.
Dalam konteks tersebut, MUI berupaya menghadirkan pemberitaan yang memberikan solusi atas berbagai persoalan umat dan bangsa, termasuk dalam menyikapi isu global.
“Sebagai khadim al-ummah, MUI terus merangkul sekaligus mengawal pemberitaan yang sifatnya memberikan solusi terhadap problem yang dihadapi umat dan bangsa. Misalnya terkait isu internasional, kita mendorong terwujudnya perdamaian yang sejati,” ujarnya.
Meski menunjukkan perkembangan positif, Buya Amirsyah menegaskan bahwa MUI Digital masih perlu terus didorong agar benar-benar menjadi rujukan utama umat.
“Ini yang harus kita dorong. Ke depan kita berharap pemberitaan, baik MUI Digital maupun MUITV, benar-benar menjadi rujukan umat,” tegasnya.
Dia menjelaskan, MUI memiliki jaringan yang luas hingga ke daerah, sehingga memiliki potensi yang besar dalam memperkuat peran media sebagai sumber informasi dan panduan masyarakat.
“Di MUI, baik di tingkat pusat, wilayah, provinsi, kabupaten/kota hingga kecamatan, ini merupakan akses sekaligus captive market untuk memberikan panduan kepada masyarakat,” katanya.
Karena itu, ia mengajak seluruh pihak, termasuk tokoh dan para ahli, untuk berkontribusi dalam pengembangan media MUI.
“Kita ingin mengajak para tokoh, pakar, dan ahli agar terlibat dan memberikan kontribusi terhadap media MUI, sehingga benar-benar menjadi rujukan umat dan menyalurkan aspirasi masyarakat,” pungkasnya.