Angkat Dampak Nilai Islami di RSI Jakarta, Kepala Kantor MUI Sabet Gelar Doktoral
Sadam Al Ghifari
Penulis
Admin
Editor
Jakarta, MUI Digital— Kepala Kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI), Kurnia, berhasil meraih gelar Doktor Ilmu Manajemen setelah berhasil menyelesaikan sidang promosi di Universitas Persada Indonesia YA I pada Senin (30/3/2026) lalu.
Kurnia menyusun disertasi dengan judul: Determinan Komitmen Organisasional dan Implikasinya terhadap Perilaku Inovatif Tenaga Kesehatan Rumah Sakit Islam Jakarta.
Guru Besar Ilmu Manajemen Universitas Persada Indonesia Y A I Prof Nandan Limakrisna menjadi Penanggung Jawab/Ketua Sidang Terbuka Disertasi.
Nandan didampingi Sekretaris Sidang Dr Nana Trisnawati, Ketua Tim Promotor Prof Anoesyirwan Moeins, dan anggota Tim Promotor Dr Alex Zami serta 0ponen Ahli yaitu Dr Rahayu Endang Suryani.
Dalam sidang yang digelar secara terbuka tersebut, Kurnia berhasil mempertahankan disertasinya dihadapan para penguji. Berdasarkan hasil penilaian penguji, Kurnia dinyatakan lulus dengan predikat Cumlaude, memperoleh Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 4,00. Capaian ini diselesaikan Kurnia dalam waktu 5 Semester 1 Bulan.
Dengan hasil yang sangat gemilang itu, Kurnia dikukuhkan sebagai Doktor ke-555 Universitas Persada Indonesia Y A I.
Kepada MUI Digital di Jakarta, Sabtu (4/4/2026), Kurnia menjelaskan, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh komitmen organisasional dalam memediasi kepemimpinan Islami, berbagi pengetahuan, dan literasi digital terhadap perilaku inovatif tenaga kesehatan pada Rumah Sakit Islam Jakarta.
Dia menjelaskan, metode penelitian yang digunakan adalah metode survei deskriptif dan survei eksplanatori dengan populasi berjumlah 1.396 dan ukuran sampel sebesar 250 responden, dengan metode pengambilan proportional random sampling.
“Pengumpulan data menggunakan kuesioner skala likert dan metode analisis data yang digunakan adalah Structural Equation Modeling (SEM),” kata dia.
Menurut Kurnia, temuan hasil penelitian ini menunjukkan kepemimpinan Islami, berbagi pengetahuan, dan literasi digital baik secara parsial maupun simultan terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap komitmen organisasional tenaga kesehatan dengan kontribusi 76 persen.
“Kepemimpinan Islami sebagai variabel yang paling dominan pengaruhnya terhadap komitmen organisasional,” tutur dia.
Baca juga: Pengakuan Jurnalis India Ini Indikasikan Kuatnya Sensor Israel Atas Dampak Serangan Iran
Dia mengungkapkan, kepemimpinan Islami, berbagi pengetahuan, literasi digital dan komitmen organisasional baik secara parsial maupun simultan terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku inovatif tenaga kesehatan dengan kontribusi 68 persen.
“Literasi digital sebagai variabel yang paling dominan pengaruhnya terhadap perilaku inovatif,” ujar dia menjabarkan.
Dia menemukan komitmen organisasional menjadi mediasi parsial atas pengaruh variabel eksogen kepemimpinan Islami dan literasi digital terhadap perilaku inovatif, tetapi tidak terbukti untuk variabel eksogen berbagi pengetahuan.
Baca juga: Mantan Menlu Inggris Hague: Trump Lakukan Kesalahan Strategis Perangi Iran
Sementara implikasi manajerial hasil penelitian adalah variabel yang paling dominan mempengaruhi perilaku inovatif tenaga kesehatan Rumah Sakit Islam Jakarta adalah literasi digital dengan dimensi yang paling merefleksikan adalah keterampilan sosio-emosional dengan indikator meningkatkan kewaspadaan sosial.
Sedangkan variabel yang paling dominan mempengaruhi komitmen organisasional tenaga kesehatan Rumah Sakit Islam Jakarta, kata Kurnia, adalah kepemimpinan Islami dengan dimensi yang paling merefleksikan adalah amanah dengan indikator tanggung jawab.
“Temuan penting lainnya dalam penelitian ini variabel komitmen organisasional hanya berperan sebagai parsial mediating,” ujar dia.