Lewati ke konten utama
Rabu, 28 Oktober 2026 / 17 Jumadil Awal 1448 H
Jadwal memuat...
Sumpah Pemuda 2026, MUI Sulsel Ajak Generasi Muda Kuasai Teknologi dan Jaga Persatuan
Sulawesi Selatan

Sumpah Pemuda 2026, MUI Sulsel Ajak Generasi Muda Kuasai Teknologi dan Jaga Persatuan

Sumpah Pemuda 2026, MUI Sulsel Ajak Generasi Muda Kuasai Teknologi dan Jaga Persatuan

/ 17 Jumadil Awal 1448 H 2 menit baca

MAKASSAR, muisulsel.or.id — Sekretaris Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Selatan, Prof. Dr. H. Andi Marjuni, mengajak generasi muda menjadikan momentum Hari Sumpah Pemuda sebagai penguat persatuan, peningkatan kualitas diri, serta komitmen membangun masa depan bangsa.

Pesan tersebut disampaikan Prof.Marjuni dalam momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 2026. Ia menegaskan, semangat Sumpah Pemuda harus terus dihidupkan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia dan pesatnya perkembangan zaman.

Menurutnya, Sumpah Pemuda bukan sekadar peristiwa sejarah yang diperingati setiap tahun, melainkan simbol tekad generasi muda untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

“Generasi muda harus berani menjadi penentu masa depan bangsa melalui penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, serta pembentukan akhlak yang baik,” pesannya.

Ia menyampaikan, terdapat sejumlah hal penting yang perlu menjadi perhatian pemuda masa kini agar mampu mengambil peran strategis dalam pembangunan nasional.

Pertama, generasi muda harus berani menentukan arah masa depan bangsa. Keberanian tersebut perlu diwujudkan melalui peningkatan kapasitas diri, pendidikan, kreativitas, serta kontribusi nyata bagi masyarakat.

Kedua, pemuda harus menjaga persatuan dan kesatuan. Semangat Sumpah Pemuda yang lahir dari tekad bersama untuk bertanah air satu, berbangsa satu, dan menjunjung bahasa persatuan harus menjadi landasan dalam menghadapi perbedaan suku, agama, ras, dan golongan.

Prof.Marjuni menekankan pentingnya menumbuhkan sikap toleransi, saling menghormati, dan memperkuat persaudaraan demi menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Ketiga, generasi muda perlu menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Menurutnya, tantangan perjuangan masa kini berbeda dengan masa lalu. Jika dahulu perjuangan dilakukan dengan mengangkat senjata, kini pemuda dituntut memiliki kecerdasan, inovasi, dan kemampuan teknologi untuk bersaing di tingkat global.

Keempat, pemuda harus berani bermimpi besar dan tidak takut menghadapi kegagalan. Generasi muda diharapkan aktif mengambil peran, melahirkan gagasan baru, serta pantang menyerah ketika menghadapi berbagai tantangan.

Kelima, kecerdasan intelektual harus diimbangi dengan akhlak dan integritas. Kejujuran, moralitas, serta keberanian menyuarakan kebenaran menjadi nilai penting yang harus dijunjung tinggi.

Ia berharap, kecintaan terhadap tanah air tidak berhenti pada slogan, tetapi diwujudkan melalui tindakan nyata yang bermanfaat bagi lingkungan sekitar, masyarakat, dan bangsa.

Menurut Prof.Marjuni, pemuda berilmu, berakhlak, dan bersatu merupakan modal penting untuk mewujudkan Indonesia yang lebih maju dan bermartabat.

*Irfan Suba Raya*

Google Ads
BAGIKAN:
Google Ads