Lewati ke konten utama
Kamis, 20 Agustus 2026 / 7 Rabiul Awal 1448 H
Jadwal memuat...
Jawa Timur

Jawab Tantangan Umat, MUI Jatim Mantapkan Persiapan Gelar Ijtima’ Ulama ke-III

2 menit baca
Jawab Tantangan Umat, MUI Jatim Mantapkan Persiapan Gelar Ijtima’ Ulama ke-III
Bagikan:

SURABAYA, MUI Jatim – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Timur menggelar Rapat Koordinasi Terbatas pada hari ini, Rabu, 19 Agustus 2026, pukul 12.30 WIB bertempat di Kantor MUI Jatim. Agenda utama rapat ini difokuskan pada pemantapan rencana pelaksanaan Ijtima’ Ulama Komisi Fatwa MUI se-Jawa Timur ke-III.

Pertemuan strategis ini melibatkan jajaran pimpinan inti dan unsur terkait guna memastikan kelancaran acara. Adapun daftar undangan yang hadir dalam rapat koordinasi terbatas ini meliputi Ketua Umum, Prof. Dr. K.H. Abd. Halim Soebahar, M.A., Sekretaris Umum, Dr. H.M. Hasan Ubaidillah, S.H.I., M.Si., serta Bendahara Umum, H. Rasidi, S.E. Selain jajaran pimpinan harian, rapat ini juga dihadiri secara khusus oleh Ketua MUI Bidang Fatwa, K.H. Ma’ruf Khozin, Sekretaris MUI Bidang Fatwa, Dr. H. Nur Fauzi, S.Hum., M.Pd., dan Ketua Komisi Fatwa, KH. Sholihin Hasan, M.HI., beserta jajaran timnya.

Rapat ini membahas berbagai persiapan esensial, mulai dari penentuan lokasi, skema pembiayaan, hingga penyusunan draf materi yang akan dibahas. Ijtima’ Ulama ke-III ini diproyeksikan akan membahas minimal 10 hingga 12 permasalahan keagamaan yang sedang berkembang di wilayah kabupaten/kota, yang mencakup masalah kebangsaan (*wathaniyah*), masalah kontemporer (*mu’ashirah*), perundang-undangan (qanuniyah), hingga isu-isu hukum pidana maupun sosial yang membutuhkan panduan pandangan syariat yang kuat dari MUI.

Kegiatan Ijtima’ Ulama ini dipandang sebagai bentuk nyata dari tanggung jawab keilmuan dan kemasyarakatan (*mas’uliyah ilmiah dan ijtimaiyah*) MUI dalam merespons problematika umat.

Untuk mempertegas urgensi agenda tersebut, Ketua Umum MUI Jatim memberikan arahan langsung agar seluruh elemen kepengurusan memberikan dukungan penuh. Beliau menegaskan bahwa pilar utama dari Majelis Ulama ada pada fatwanya.

“Komisi Fatwa itu harus di depan, karena ini adalah jati diri Majelis Ulama. Oleh karena itu, kegiatan (Ijtima’ Ulama) ini agar memang diprioritaskan dan harus di-support penuh,” tegas Ketua Umum MUI Jatim dalam arahannya.

Melalui persiapan yang matang dari tingkat pra-ijtima hingga pelaksanaan forum utama nanti, MUI Jawa Timur berharap Ijtima’ Ulama ke-III dapat melahirkan keputusan-keputusan yang aplikatif, berwibawa, dan dapat menjadi rujukan utama bagi pemerintah maupun masyarakat luas dalam menjaga kondusivitas serta nilai-nilai keagamaan di Jawa Timur.