Lewati ke konten utama
Selasa, 30 Juni 2026 / 14 Muharam 1448 H
Jadwal memuat...
Berita

Tahun Baru Hijriyah Momentum Memaknai Waktu dan Memperkuat Spirit Hijrah

3 menit baca 733 dibaca
Doa Akhir Tahun Islam 1447 H: Arab, Latin, Terjemahan, dan Keutamaannya
Ilustrasi seorang muslim membaca doa akhir tahun di sore hari selepas shalat Ashar. Foto: Pinterest
Bagikan:

Jakarta, MUI Digital – Tahun Baru Islam atau 1 Muharram bukan sekadar penanda pergantian tahun dalam kalender Hijriah. Lebih dari itu, momentum tersebut menjadi kesempatan bagi umat Islam untuk merefleksikan makna waktu sekaligus memperkuat semangat hijrah dalam kehidupan sehari-hari.

Wakil Ketua Umum MUI, KH Cholil Nafis menuturkan bahwa waktu merupakan salah satu nikmat besar yang diberikan Allah SWT kepada manusia dan memiliki kedudukan penting dalam ajaran Islam.

Ia menjelaskan bahwa Allah SWT berkali-kali bersumpah dengan menyebut waktu dalam Al-Qur’an. Meski setiap orang memiliki jumlah waktu yang sama dalam sehari, yang membedakan adalah bagaimana waktu tersebut dimanfaatkan.

Baca juga: Sambut Tahun Baru Hijriah, KH Cholil Nafis Ingatkan Anak Muda Meneladani Rasulullah

“Kita ingin menyampaikan perubahan waktu, suatu yang niscaya. Allah banyak bersumpah dengan menyebut waktu. Karena kita punya waktu yang sama, di hari juga yang sama, dan juga jam yang sama. Hanya bedanya adalah memanfaatkan waktu,” ujarnya kepada MUI Digital di Kantor MUI Pusat, Jakarta pada Selasa (9/6/2026).

Menurutnya, kalender Hijriah memiliki keterkaitan erat dengan kehidupan ibadah umat Islam. Berbagai ibadah penting, mulai dari penentuan awal Ramadan, Idulfitri, hingga waktu-waktu ibadah lainnya, merujuk pada sistem penanggalan Hijriah.

“Maka perputaran waktu Hijriah itu menunjukkan tentang putaran waktu beribadah. Makanya kalau kita mau Lebaran, itu Hijriah. Lalu juga berkenaan dengan awal salat, zuhur, asar, magrib, dan seterusnya,” katanya.

Karena itu, peringatan Tahun Baru Hijriah menurutnya bukan hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga momentum untuk bersyukur sekaligus memperdalam pemahaman tentang pentingnya waktu dalam kehidupan seorang Muslim.

Baca juga: Sambut Tahun Baru Hijriah, Menag Ingatkan Pentingnya Dialog dan Rawat Persaudaraan

“Merayakan dan mensyukuri Tahun Baru Hijriah adalah bagian dari memperdalam tentang makna waktu,” ujarnya.

Pada saat yang sama, umat Islam juga diajak untuk kembali menghidupkan semangat hijrah yang dicontohkan Rasulullah SAW. Ia menjelaskan bahwa penetapan kalender Hijriah oleh para sahabat tidak terlepas dari peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah yang menjadi titik penting dalam sejarah Islam.

Menurutnya, hijrah dipilih sebagai penanda kalender Islam karena mengandung nilai perjuangan dan pengorbanan yang besar demi mempertahankan keimanan.

“Nabi itu hijrah dari Makkah ke Madinah, dan itu menjadi nama tahun. Pilihan nama Hijriah itu tidak serta-merta, hasil musyawarah para sahabat untuk menentukan waktu yang terbaik adalah hijrah,” katanya.

“Karena hijrah itu menunjukkan tentang keimanannya. Rela meninggalkan keluarga, harta, tempat demi iman kepada Allah dan Rasul-Nya,” lanjutnya.

Ia menambahkan bahwa makna hijrah pada masa kini tidak lagi sebatas perpindahan tempat, melainkan perubahan orientasi hidup menuju nilai-nilai yang lebih baik dan lebih dekat kepada Allah SWT.

Karena itu, Tahun Baru Hijriah hendaknya menjadi momentum bagi umat Islam untuk memperbaiki diri, meningkatkan kualitas keimanan, dan memanfaatkan waktu sebaik-baiknya untuk kemaslahatan diri, keluarga, dan masyarakat.

“Semangat hijrah adalah menjadi semangat kita mengabdikan hidup, mengabdikan waktu untuk hal-hal yang diperintahkan oleh Allah, berjuang di jalan Allah,” pungkasnya.