Lewati ke konten utama
Selasa, 30 Juni 2026 / 14 Muharam 1448 H
Jadwal memuat...
Berita

Ketua IsDF MUI: Dai dan Guru Ngaji Berhak Punya Rumah Sendiri, Bukan Menumpang

2 menit baca 406 dibaca
IsDF
Bagikan:

Lebak, MUI Digital--Islamic Dakwah Fund (IsDF) Majelis Ulama Indonesia (MUI) menegaskan pentingnya peningkatan kesejahteraan bagi para pejuang agama di akar rumput.

Para dai dan guru ngaji dinilai sangat berhak memiliki rumah tinggal sendiri yang layak, mandiri, dan tidak lagi menumpang pada orang tua maupun kerabat.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Ketua IsDF MUI, Trisna Ningsih Yuliati, dalam acara Sosialisasi KPR Sejahtera FLPP BP Tapera Bagi Da'i dan Guru Ngaji yang digelar di SMK Mathla'ul Anwar Cibuah, Kecamatan Warunggunung, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, Kamis (25/6/2026).

Baca juga: Antusiasme Ratusan Dai dan Guru Ikuti Sosialisi Rumah KPR IsDF MUI di Lebak

​"Kami ingin mengajak kita semua untuk sama-sama mewujudkan impian memiliki rumah sendiri. Rumah yang betul-betul kita huni secara mandiri, di mana kita tidak ikut lagi sama orang tua, tidak ikut anak, dan tidak ikut saudara-saudara. Ini adalah rumah kita sendiri," ujar Trisna di hadapan ratusan peserta yang hadir.

Menurut Trisna, selama ini para dai dan guru ngaji kerap menghadapi tantangan berat dalam memenuhi kebutuhan dasar, termasuk kepemilikan hunian yang layak dan nyaman bagi keluarganya. 

Oleh karena itu, IsDF MUI memandang bahwa esensi dakwah tidak boleh hanya terjebak pada penguatan spiritual umat, melainkan juga harus menyentuh kesejahteraan para pelakunya.

Baca juga: IsDF MUI Perjuangkan Rumah Layak bagi Guru Ngaji dan Dai Lewat KPR FLPP

Ia menganalogikan rumah bukan sekadar bangunan fisik, melainkan tempat lahirnya generasi yang saleh, tempat tumbuhnya ketenangan, serta titik awal dimulainya sebuah peradaban.

​"Ketika seorang dai atau guru mengaji memiliki hunian yang layak, maka ia dapat menjalankan tugas dakwahnya dengan lebih tenang, lebih produktif, dan lebih bermartabat," tuturnya.

Program KPR Sejahtera FLPP BP Tapera yang disosialisasikan ini, lanjut Trisna, merupakan langkah nyata untuk menghadirkan akses pemilikan rumah yang terjangkau bagi para pejuang dakwah. IsDF MUI memposisikan diri sebagai jembatan kolaborasi antara umat, lembaga filantropi, pemerintah, hingga dunia usaha.

Dalam kesempatan tersebut, IsDF MUI juga menggandeng BP Tapera dan perbankan syariah guna mempermudah akses para guru ngaji dalam mendapatkan hunian. Trisna mengingatkan bahwa urusan kesejahteraan umat ini tidak bisa dilakukan sendirian, melainkan harus lewat semangat gotong royong.

Di akhir penyampaiannya, Trisna mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk lebih peduli pada nasib para pendidik umat di pelosok daerah.

​"Jika selama ini para da'i dan guru ngaji telah membangun 'rumah-rumah hati' umat, maka sudah sepatutnya kita bersama-sama membantu mereka memiliki rumah yang layak untuk keluarganya," pungkas Trisna.