Lewati ke konten utama
Selasa, 30 Juni 2026 / 14 Muharam 1448 H
Jadwal memuat...
Berita

Di Gedung DPR, Kepala Perwakilan PBB Puji Kepemimpinan Diplomasi Indonesia dari Era Soekarno hingga Prabowo

3 menit baca 480 dibaca
1000474820
Bagikan:

Jakarta, MUI Digital--Kepala Perwakilan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Indonesia, Gita Sabharwal, memberikan apresiasi mendalam terhadap konsistensi Indonesia dalam mengadvokasi perdamaian dunia. 

Ia menegaskan bahwa nilai-nilai Pancasila dan semboyan Bhinneka Tunggal Ika adalah bukti nyata bagaimana sebuah keberagaman justru mampu bertransformasi menjadi kekuatan persatuan nasional sekaligus perekat hubungan internasional.

Pernyataan tersebut disampaikan Gita Sabharwal saat menghadiri peringatan International Day for Dialogue among Civilizations (Hari Dialog Antar Peradaban Internasional) yang diselenggarakan oleh Komisi Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional (HLNKI) Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Baca juga: Gandeng DPR-DPD, MUI akan Gelar Dialog Antar-Peradaban Internasional Sikapi Konflik Global

Agenda strategis yang digelar bersama DPR RI dan DPD RI ini berlangsung di Gedung Nusantara V, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (10/6/2026). Acara ini mengusung tema "Memperkuat Iman dan Membangun Perdamaian: Menyelaraskan Peradaban Global dari Indonesia untuk Dunia" sebagai respons atas eskalasi konflik global dan kebuntuan komunikasi antarnegara yang kian memprihatinkan.

Dalam pidatonya, Sabharwal menggarisbawahi kontribusi konkret Indonesia yang telah berjalan selama lebih dari tujuh dekade dalam menjaga keamanan multilateral di bawah bendera PBB. Indonesia dinilai konsisten mengirimkan putra-putri terbaiknya ke berbagai wilayah konflik.

​Secara khusus, Kepala Perwakilan PBB tersebut menyampaikan rasa duka sekaligus penghormatan tertinggi atas gugurnya para penjaga perdamaian (peacekeepers) asal Indonesia pada tahun 2026 ini.

Baca juga: Anis Matta di Hari Dialog Peradaban: PBB Seperti Payung Bocor, Gagal Hentikan Genosida Gaza

​"Secara khusus saya ingin menyampaikan rasa hormat dan utang budi kita yang mendalam, terutama kepada tiga personel pasukan penjaga perdamaian Indonesia yang telah gugur dalam menjalankan tugas menjaga keamanan di Lebanon Selatan tahun ini," ujar Sabharwal dengan khidmat.

​Sabharwal memaparkan bahwa tradisi kepemimpinan diplomasi Indonesia memiliki rekam jejak sejarah yang sangat kuat dan diakui dunia. Ia mengaitkan benang merah sejarah dari pidato monumental Presiden Soekarno di Sidang Umum PBB hingga ketegasan Presiden Prabowo Subianto pada Sidang Umum PBB tahun 2025 lalu.

​"Indonesia telah menunjukkan konsistensi yang luar biasa bahwa dialog dan diplomasi adalah alat terkuat kita demi keamanan dan kemanusiaan," tambahnya.

Gita Sabharwal menegaskan komitmen penuh PBB untuk terus memperkuat kemitraan strategis bersama Indonesia guna memastikan dialog internasional tetap tumbuh di atas segala bentuk sekat perbedaan.

​Menurutnya, di tengah situasi dunia yang semakin rentan terhadap perpecahan, prinsip Bhinneka Tunggal Ika milik Indonesia harus menjadi pengingat bagi komunitas global.

​"Kesatuan dalam keberagaman yang dimiliki Indonesia mengingatkan dunia bahwa melalui dialog bersama, kita bisa mengubah perbedaan menjadi sebuah kekuatan. PBB tetap berkomitmen penuh untuk bekerja sama dengan Indonesia guna memastikan dialog terus tumbuh di atas perbedaan, dan kerja sama selalu menang di atas konflik," pungkas Sabharwal.