Lewati ke konten utama
Selasa, 30 Juni 2026 / 14 Muharam 1448 H
Jadwal memuat...
Berita

Besok di Lebak, IsDF MUI Jembatani Literasi KPR Sejahtera FLPP untuk Dai dan Guru Ngaji

3 menit baca 400 dibaca
KPR Sejahtera
KPR Sejahtera FLPP BP Tapera Bagi Dai dan Guru Ngaji. Ilustrasi. Foto: IsDF MUI
Bagikan:

Jakarta, MUI Digital— Minimnya akses informasi mengenai program perumahan bersubsidi dari pemerintah sering kali menjadi pengganjal bagi para guru ngaji dan dai untuk memiliki hunian yang layak.

Menjawab tantangan tersebut, Islamic Dakwah Fund (IsDF) MUI siap turun tangan dengan menggelar "Sosialisasi KPR Sejahtera FLPP BP Tapera Bagi Da'i dan Guru Ngaji" di SMK Mathla'ul Anwar Cibuah, Kecamatan Warunggunung, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, Kamis (25/6/2026) besok.

Ketua IsDF MUI, Trisna Ningsih Yuliati, mengungkapkan bahwa agenda besok berfokus penuh untuk menghapus asimetri informasi dan menjembatani literasi program KPR Sejahtera FLPP agar lebih mudah dipahami oleh para pejuang dakwah di tingkat akar rumput.

"Melalui sosialisasi ini, IsDF MUI ingin menjembatani para dai dan guru ngaji agar memperoleh informasi yang benar, lengkap, dan mudah dipahami mengenai Program KPR Sejahtera FLPP BP Tapera," ujar Trisna kepada MUI Digital, Rabu (24/6/2026). 

Trisna menambahkan, masih banyak para guru ngaji dan dai yang telah menghabiskan waktunya untuk membina umat, namun belum memiliki akses memadai terhadap hunian yang layak dan terjangkau karena terkendala pemahaman administratif perbankan.

Dalam acara besok, IsDF MUI bersama para mitra strategis akan membedah secara mendalam mengenai skema kerja sama dan kriteria penerima manfaat. 

Program ini sendiri melibatkan sinergi besar antara BP Tapera sebagai pengelola dana, perbankan selaku verifikator kelayakan, pengembang perumahan, hingga lembaga pesantren dan organisasi keagamaan lokal.

Baca juga: Niat Puasa Asyura’, Lengkap Disertai Dalil Kesunnahan dan Tata Cara Pelaksanaannya

Secara umum, kriteria peserta yang dapat mengikuti program ini tetap mengacu pada ketentuan pemerintah, yakni dai dan guru ngaji yang belum memiliki rumah, memenuhi batas penghasilan yang ditetapkan, memiliki kemampuan membayar angsuran, serta lolos persyaratan administrasi.

"Target utama kami saat ini adalah memperluas akses informasi dan meningkatkan jumlah da'i serta guru ngaji yang dapat memanfaatkan program tersebut. Untuk jumlah unit, akan disesuaikan dengan kuota pemerintah dan kesiapan peserta," jelas Trisna.

IsDF MUI menegaskan bahwa kegiatan besok bukan sekadar pemaparan materi satu arah, melainkan sebuah gerakan fasilitasi. 

Ada beberapa target konkret yang dikejar langsung di lokasi acara, mulai dari pembukaan ruang konsultasi persyaratan, identifikasi peserta potensial, hingga pembangunan database calon penerima manfaat.

Baca juga: Keutamaan dan Hikmah Puasa Asyura’

"Artinya, acara besok tidak berhenti pada sosialisasi, tetapi langsung berlanjut pada proses fasilitasi dan pendampingan yang berkelanjutan sampai realisasi rumah terwujud," tegasnya.

Agenda di Kabupaten Lebak ini merupakan kelanjutan dari komitmen safari literasi IsDF MUI setelah sebelumnya sukses dilaksanakan di Pondok Pesantren Santi Asromo, Majalengka, Jawa Barat.

IsDF MUI meyakini bahwa para dai dan guru ngaji merupakan aset umat yang memiliki peran strategis. 

“Karena itu, upaya menghadirkan akses hunian yang layak bagi mereka merupakan bagian dari ikhtiar bersama untuk meningkatkan kesejahteraan para pejuang dakwah di Indonesia,"  kata dia.