Pergantian Tahun dan Hakikat Waktu Menurut Islam
Junaidi
Penulis
JAKARTA – Momentum pergantian tahun memiliki ragam makna bagi masyarakat. Respons tersebut ada yang terwujud dengan menggelar pesta, berkumpul bersama keluarga, berlibur, atau bahkan juga memilih beristirahat dari kesibukan.
Melihat suasana yang riuh kala mengakhiri tahun dan menyambut tahun baru, Islam justru memiliki pandangan yang unik mengenai pergantian waktu ini. Dalam berbagai kesempatan di Alquran, Allah SWt kerap menyinggung perihal waktu. Ada makna apakah di balik penyebutan waktu ini?
Sejatinya, Islam memandang pergantian waktu sebagai momentum introspeksi diri atas kehidupan yang dijalankan oleh manusia.Tolok ukurnya adalah peningkatan ketakwaan, bersyukur, berdoa, dan berharap kepada Allah SWT untuk selamat dan berbahagia di dunia dan di akhirat.
Hal tersebut dapat dilihat dari firman Allah SWT dalam berbagai ayat. Namun pembahasan kali ini akan berfokus kepada satu surat khusus dalam Alquran yang membahas tentang waktu, yaitu surat al-Ashr.
Ini menunjukkan bahwa betapa pentingnya arti sebuah waktu, yang di dalamnya meliputi tahun, bulan, hari, bahkan jam. Allah SWT berfirman:
وَالْعَصْرِ إِنَّ الإنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ إِلا الَّذِینَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصصَوْا بِالصَّبْرِ
Artinya: "Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan saling menasihati untuk kebenaran dan kesabaran.” (QS Al-'Ashr: 1-3).