Wasekjen MUI Apresiasi Langkah Cepat Kemenag RI Atasi Haji Suami-Istri Terpisah Dampak Multi Syarikah
Admin
Penulis
Kiai Arif Fahruddin menambahkan keterpisahan di antara jamaah haji semestinya tidak boleh terjadi karena membuat jamaah merasa kurang nyaman.
"Namun melihat upaya yang cukup tanggap dan cepat dari Kemenag RI, saya mengapresiasi upaya negosiasi dan koordinasi dari Kemenag RI kepada pemerintah Kerajaan Arab Saudi," ujar Amirul Hajj Haji Indonesia 2022 ini kepada MUIDigital, Sabtu (24/5/2025).
Kiai Arif menilai, upaya Kemenag tersebut secara bertahap akan memperbaiki pengelompokan jamaah haji berdasarkan kloternya dan pendamping atau petugas hajinya.
"Saya berharap agar hasil evaluasi pelaksanaan haji di tahun-tahun sebelumnya menjadi referensi untuk pelaksanaan ibadah haji di tahun berjalan dan di tahun-tahun berikutnya," ujarnya.
Menurutnya, hasil evaluasi tersebut sudah ada ukurannya dalam Indeks Kepuasaan Jamaah Haji Indonesia (IKJH) yang selalu update dari tahun ke tahun usai pelaksanaan ibadah haji.
"Termasuk di dalamnya pasti akan ada respons terkait pelayanan dari syarikah. Di sini memang memerlukan adaptasi yang cepat dan koordinasi yang rapi serta terukur," sambungnya.
Koordinasi itu, ungkap dia, melibatkan Kementerian Agama RI dan pemerintah Kerajaan Arab Saudi dari yang semula satu kloter atau satu syarikah, sekarang menjadi delapan syarikah.