MUI Ajak Kolaborasi Wakaf Produktif Atasi Kemiskinan Negeri Serantau
Azharun N
Penulis
KOTA KINABALU – Majelis Ulama Indonesia mengajak negeri-negeri Serantau untuk berkolaborasi membangun kekuatan ekonomi umat melalui program wakaf produktif. Wakaf dan zakat juga dapat menjadi solusi krisis dan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).
Ketua Majelis Ulama Indonesia, Dr Ir Lukmanul Hakim, menyampaikan ajakan tersebut dalam Seminar Keharmonian Serantau di Kota Kinabalu, Sabah, Malaysia, Selasa (10/10/2023).
“Islamic social fund dalap menjadi solusi untuk mencapai tujuan SdGs bebas kemiskinan, tanpa kelaparan, kehidupan sehat dan sejahtera, pendidikan berkualitas, air bersih dan sanitasi, dan berkurangnya kesenjangan,” ungkap Lukmanul Hakim yang membawakan materi “Peranan Zakat dan Wakaf dalam Memperkasa Sosio-Ekonomi Umat Islam Serantau: Perspektif Indonesia”.
Seminar diselenggarakan Institut Kefahaman Islam Malaysia (IKIM), Majelis Ugama Islam Sabah (MUIS), dan Sekretariat SOM MABIMS Malaysia. Seminar Keharmonian Serantau bertajuk “Memperkukuh Ketamadunan Umah dalam Menghadapi Cabaran Global” diikuti narasumber dan peserta dari Indonesia, Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Thailand, dan Kamboja.
Lukmanul Hakim memaparkan tantangan global saat ini adalah krisis multidimensi. Ada lima krisis yang mengancam dunia termasuk negara-negara serantau.
“Kita menghadapi krisis pangan, krisis energi, krisis keuangan, krisis kesehatan, dan krisis geopolitik,”ungkap Ketua Lembaga Wakaf Majelis Ulama Indonesia (LW-MUI) tersebut.
Untuk mengatasi hal itu perlu dijalin kerjasama dan kolaborasi strategis membangun ekonomi umat berbasis wakaf produktif di masing-masing negara.