Luncurkan Program Beasiswa Aslaf Scholarship untuk Pengkaji Fatwa, Prof Asrorun Niam: Memenuhi Tanggung Jawab Sejarah dan Kemanusiaan
Admin
Penulis
“Peluncuran program beasiswa ini untuk memenuhi dua tanggung jawab, pertama adalah tanggung sejarah dan kedua adalah tanggung jawab kemanusiaan, tujuan keberadaan kita adalah mendatangkan manfaat bagi sesama. Ikhtiar sekecil apapun perlu kita lakukan,” paparnya.
Tanggung jawab kedua adalah tanggung jawab sejarah. Prof Ni'am menceritakan bahwa ketika dirinya menjalani kuliah sarjana, magister dan dokter selalu mendapatkan beasiswa sebagai mahasiswa berprestasi.
Untuk itu, Prof Ni'am merasa memiliki tanggung jawab kesejarahan untuk melipatgandakan manfaat dari beasiswa yang pernah diraihnya itu kepada yang lain.
"Jadi beasiswa yang kita peroleh, tidak habis pakai dan selesai, tetapi ini adalah bagian dari investasi. Sekarang saatnya kita menebar dividen dari investasi yang pernah ditanam oleh para pendahulu kita baik secara individu-individu, maupun secara kelembagaan," terangnya.
Selain itu, ungkapnya, peluncuran program beasiswa Aslaf Scholarship juga terinspirasi oleh sejumlah tokoh yang telah lebih dahulu bahkan cakupannya lebih luas dalam membuka program beasiswa.
Misalnya, di lingkungan UIN Jakarta ada sejumlah guru besar UIN Jakarta yang membuka program beasiswa seperti yang dilakukan oleh Prof Quraish Shihab dan Alm Prof Azyumardi Azra.
"Inisiasi baik ini bisa kita tiru, kita teladani, kita bisa perluas, sehingga manfaatnya bisa lebih luas untuk kepentingan penerimaan manfaat khususnya bagi mahasiswa yang sedang menjalankan studi di UIN Jakarta dan lebih khusus lagi bagi peminat studi fatwa," jelasnya.