Hasil Riset BRIN: Industri Lokal Tumbuh Pasca MUI Keluarkan Fatwa Boikot Produk Pendukung Genosida Israel
Admin
Penulis
Ketua Kelompok Riset Halal dan Layanan Keagamaan PRAK BRIN Fauziah menjelaskan bahwa riset dilakukan selama bulan Ramadhan 2025 di 13 wilayah Indonesia menggunakan pendekatan mixed methods.
Dalam melakukan riset, tim peneliti melakukan wawancara kepada 91 informan dan menyebarkan sebanyak 975 kuesioner. Dari hasil tersebut, menunjukkan masyarakat Muslim di Indonesia cenderung mengikuti seruan ulama.
"Mereka mengalihkan konsumsi dari produk asing ke produk-produk lokal. Mulai dari air mineral, kopi, makanan, kosmetika, hingga kebutuhan rumah tangga seperti sabun dan sampo," kata Fauziah dalam keterangan yang diterima MUIDigital, Kamis (22/5/2025).
Fauziah menjelaskan fenomena ini tidak hanya berdampak pada pergeseran konsumsi, tapi juga menumbuhkan semangat kewiraushaan, yang terbukti dari banyaknya pelaku usaha baru yang bermunculan.
"Banyak pelaku usaha baru bermunculan, misalnya waralaba fried chicken lokal, cafe anak muda, hingga produses air mineral berbasis pesantren mulai menggeliat. Bahkan ada satu produsen minuman coklat lokal yang kini bisa memproduksi berton-ton dan menambah ratusan karyawan," ungkapnya.
Fauziah menerangkan bahwa dampak dari Fatwa MUI tersebut harus dijadikan sebagai momentum kebangkitan industri lokal.
Menurut dia, agar efeknya berkelanjutan, perlu peran aktif pemerintah, bukan hanya dari sisi regulasi, tetapi juga dalam membina UMKM, membuka akses pendanaan, dan mendukung kampanye cinta produk nasional.