Catatan dari Tanah Suci: Tekad Bulat Kakek Jalal Menembus Raudah
Admin
Penulis
Oleh: Muhammad Fakhruddin, Jurnalis MUIDigital dari Madinah, Arab Saudi
Madinah – Di antara ribuan wajah jamaah calon haji yang hilir mudik di pelataran Masjid Nabawi, terselip satu sosok renta yang mencuri perhatian: Ahmad Jalal Bakri. Pria lanjut usia asal Indonesia itu ditemukan duduk tenang di dekat Pintu 326 Masjid Nabawi, Rabu malam, (14/5/2025). Ia sendirian, tanpa teman, namun wajahnya tidak menunjukkan kebingungan—justru tampak lega dan sumringah, seperti baru saja mengalami sesuatu yang luar biasa.
Kakek Jalal, begitu ia akrab disapa, ternyata tersesat usai menunaikan salat Isya. Ia tak tahu jalan pulang ke hotelnya, tak membawa peta lokasi, dan tak hafal nama penginapan. Yang ia ingat, hotelnya dekat dengan Masjid Ali. Namun, alih-alih panik, Kakek Jalal justru menyambut siapa pun yang menanyainya dengan senyum teduh.
Kabar tentang keberadaannya sampai kepada kami melalui sesama jamaah Indonesia. Selaku petugas haji, saya bersama rekan, Silahuddin Genda, segera mendekatinya. Dengan suara lirih dan mata berkaca-kaca, Kakek Jalal mengungkapkan apa yang sebenarnya terjadi.
“Saya habis dari Raudah,” ucapnya pelan.
Ternyata, ia terpisah dari rombongan karena tekad bulatnya untuk masuk ke Raudah—area mulia di antara mimbar dan makam Rasulullah SAW, yang disebut sebagai taman surga. Ia mengaku berhasil masuk hanya dengan menunjukkan kartu identitas jamaah, tanpa memiliki nusuk (tiket antrean resmi yang biasanya diwajibkan). Sementara teman-temannya gagal dan memilih menunggu di luar.
“Teman saya enggak bisa masuk, saya terus berusaha dan bisa,” kata Kakek Jalal, dengan wajah penuh syukur.