Buya Anwar Abbas: Tingginya Frekuensi Ibadah Selama Ramadhan Melatih Kita Mengawal Hawa Nafsu
Admin
Penulis
“Kalau kita sudah sering-sering mengingat
Allah maka tentu secara teoritisnya kita akan banyak berkomunikasi dengan Allah, kita akan banyak bermuwajahah dengan Allah, maka tentu tidak mustahil dalam diri kita akan tumbuh rasa cinta, tidak mustahil dalam diri kita akan tumbuh rasa sayang kepada Allah,” ungkap Buya Anwar saat menyampaikan khutbah shalat Jum'at di Masjid Al Mujahidin Pamulang, Banten, Jumat (4/4/2025).
Buya Anwar menyampaikan, rasa cinta yang tumbuh kepada Allah SWT itu akan membuat kita patuh dan taat. Itulah modal utama untuk menjadi muslim yang bertakwa.
“Seandainya puasa dilaksanakannya dengan sebaik-baiknya sesuai dengan ketentuan yang
ada dan dilakukannya karena ikhlas untuk memperhambakan diri kepada Allah maka dia menjadi orang yang bertakwa jadi orang yang bertakwa adalah orang yang menempati posisi tertinggi di mata Allah,” ujar Buya Anwar.
Meski begitu, orang yang bertakwa tidak berarti sunyi dari godaan. Bahkan, kata Buya Anwar, orang bertakwa akan banyak sekali mengalami rintangan dan halangan serta godaan.
“Rintangan godaan dan halangan tersebut datang dari berbagai arah dan salah satu rintangan dan godaan yang paling berat adalah rintangan dan godaan yang datang dari dalam diri kita sendiri yang bentuknya berupa hawa nafsu,” kata Buya Anwar.