Lewati ke konten utama
Senin, 6 Juli 2026 / 20 Muharam 1448 H
Jadwal memuat...
Khutbah

Khutbah Jumat: Menjaga Semangat Ibadah Pasca Ramadhan

5 menit baca 9.297 dibaca
Admin

Oleh: Admin

Diunggah: Admin Admin Editor: Admin
Khutbah Jumat: Menjaga Semangat Ibadah Pasca Ramadhan
Foto: Pinterest
Bagikan:

Oleh: Ust. Syarif Hidayatullah, S.H.I, C.LQ, Ketua Komisi Infokom MUI Kota Tangerang

Khutbah I

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّٰهِ وَبَرَكَاتُه

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ وَاسِعِ الْفَضْلِ وَالْإِحْسَانِ، وَمُضَاعِفِ الْحَسَنَاتِ لِذَوِيْ الْإِيْمَانِ، اَلْغَنِيِّ الَّذِيْ لَمْ تَزَلْ سَحَائِبُ جُوْدِهِ تَسِحُّ الْخَيْرَاتِ كُلَّ وَقْتٍ وَأَوَانٍ، اَلْعَلِيْمِ الَّذِيْ لَا يَخْفَى عَلَيْهِ خَوَاطِرُ الْجِنَانِ، اَلْحَيِّ الْقَيُّوْمِ الَّذِيْ لَا يَغِيْضُ نَفَقَاتُهُ بِمَرِّ الدُّهُوْرِ وَالْأَزْمَانِ، اَلْكَرِيْمِ الَّذِيْ تَأَذَّنَ بِالْمَزِيْدِ لِذَوِي الشُّكْرَانِ، أَحْمَدُهُ حَمْدًا يَفُوْقُ الْعَدَّ وَالْحُسْبَانَ، وَأَشْكُرُهُ شُكْرًا نَنَالُ بِهِ مِنْهُ مَوَاهِبَ الرِّضْوَانِ.

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ الَّذِيْ جَعَلَ الْجَنَّةَ لِلْمُتَّقِيْنَ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَمَوْلَانَامُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَِّاعِيْ إِلَى الصِّرَاطِ الْمُسْتَقِيْمِ.

اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلٰى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلٰى يَوْمِ الدِّيْنِ.

أَمَّا بَعْدُ، فَيَآأَيُّهَاالْمُؤْمِنُوْنَ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللّٰهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. وَاتّقُوْا اللّٰهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَ أَنْتُمْ مُسلِمُوْنَ. قَالَ اللّٰهُ تَعَالٰى (يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌ ۢبِمَا تَعْمَلُوْنَ)

Ma’asyiral Muslimin Jamaah Shalat Jumat Rahimakumullah,

Syukur Alhamdulillah, pada kesempatan hari ini kita tengah berada di bulan nan fitrah, bulan di mana kita dikembalikan menjadi hamba Allah yang diampuni dosa-dosa kita karena kita telah menjalani ibadah puasa di bulan Ramadhan, sebagaimana Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيْمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barang siapa yang berpuasa Ramadhan berlandaskan Iman dan hanya mengharapkan pahala dari Allah, maka akan diampuni baginya dosa yang telah lalu.” (HR Bukhari dan Muslim)

Semoga kita bisa menjadi hamba-hamba Allah yang istiqamah menjalankan ketaatan kepada Allah SWT dan senantiasa mampu menjaga sunnah-sunnah Rasulullah SAW, bukan hanya di bulan Ramadhan saja, tetapi di setiap waktu dan keadaan. Kita bukan hanya menjadi hamba Ramadhan, yang hanya mampu taat menjalankan ibadah, tekun beribadah hanya di bulan Ramadhan, tetapi  juga menjadi hamba Allah yang sepatutnya.

Ma’asyiral Muslimin Jamaah Shalat Jumat Rahimakumullah,

Sebagai wujud syukur kita kepada Allah SWT atas segala nikmat yang tak terhingga yang dianugerahkan kepada kita; baik nikmat sehat walafiyat, nikmat panjang umur, nikmat istiqamah dalam beribadah kepada Allah, nikmat berpegang kepada sunnah-sunnah Rasul-Nya, dan nikmat yang terbesar yang Allah berikan kepada kita yaitu nikmat iman dan Islam, sebab dengan adanya nikmat iman dan islam tersebut,  sekecil atau sedikit apa pun yang kita lakukan dalam bentuk kebaikan dan ketaatan akan berarti di sisi Allah.

Tanpa adanya nikmat iman dan Islam yang Allah karuniakan, sebanyak dan sebesar apa pun kebaikan yang kita lakukan maka tidak akan bernilai di sisi Allah SWT, sebagaimana ditegaskan dalam firman-Nya:

فَمَنْ يَعْمَلْ مِنَ الصَّالِحَاتِ وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَا كُفْرَانَ لِسَعْيِهِ وَإِنَّا لَهُ كَاتِبُونَ

Maka barang siapa yang mengerjakan amal saleh, sedang ia beriman, maka tidak ada pengingkaran terhadap amalannya itu dan sesungguhnya Kami menuliskan amalannya itu untuknya.(QS. Al-Anbiya: 94)

Marilah bersama-sama kita berusaha dan berupaya untuk selalu meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan, juga kita tingkatkan kualitas pemahaman ilmu  agama kita, agar ibadah kita mendapatkan predikat ibadah yang sah, ibadah yang terpenuhi syarat dan rukunnya, bukan ibadah yang hanya sekedar berlandaskan hawa nafsu belaka atau hanya sekedar ikut-ikutan saja, yang pada akhirnya akan sia-sia tanpa nilai pahala, sebagaimana perkataan Syekh Ibnu Ruslan dalam kitab Zubad-nya:

فَكُلُّ مَنْ بِغَيْرِ عِلْمٍ يَعْمَلُ أَعْمَالُهُ مَرْدُوْدَةٌ لَا تُقْبَلُ

“Maka setiap orang yang beribadah tanpa berlandaskan ilmu, ibadahnya akan tertolak, tidak akan diterima.”

Dengan ketakwaan dan amal saleh yang kita lakukan, maka Allah akan senantiasa membersamai kita baik dalam bentuk pertolongan dan bantuan-Nya, dan jelas hal ini Allah tegaskan dalam firman-Nya:

إِنَّ اللّٰهَ مَعَ الَّذِينَ اتَّقَوْا وَالَّذِينَ هُمْ مُحْسِنُونَ

Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang berbuat kebaikan.” (QS. An-Nahl: 128)

Ma’asyiral Muslimin Jamaah Shalat Jumat Rahimakumullah,

Setelah kita digembleng selama bulan Ramadhan, dengan kewajiban dan kesunnahan, maka pada saat inilah di bulan Syawal sebagai langkah awal untuk kita buktikan hasil penggemblengan dan pendidikan selama Ramadhan tersebut.

Apakah kita mampu menjalankan atau meningkatkan ibadah-ibadah wajib dan ibadah-ibadah sunnah di luar bulan Ramadhan, sebagai tolok ukur keberhasilan Ramadhan kita selama sebulan penuh?

Ramadhan kemarin adalah momentum untuk membangun kebiasaan baik, bukan sekadar pengalaman satu bulan. Dengan konsistensi, lingkungan yang mendukung, dan pendekatan yang realistis, ibadah kita akan terus berkembang sepanjang tahun insya Allah.

Ma’asyiral Muslimin Jamaah Shalat Jumat Rahimakumullah,

Lalu bagaimana agar ibadah kita yang telah kita lakukan di bulan Ramadhan agar tetap eksis dan istiqamah kita lakukan?

Ada beberapa kiat dan amalan untuk menjaga semangat ibadah setelah Ramadhan supaya semangat yang kita bangun selama bulan suci tidak “luntur” begitu saja, melainkan berlanjut menjadi kebiasaan baik sepanjang tahun:

1. Tetap Konsisten dengan Shalat & Ibadah Harian

Pastikan shalat wajib tetap dijaga tepat waktu dan jangan tinggalkan shalat sunnah yang biasa kita lakukan di Ramadhan, seperti Tahajjud dan Dhuha, dan sempatkan pula berpuasa sunnah seperti 6 hari di bulan Syawal, puasa Senin-Kamis, atau puasa Ayyamul Bidh (tanggal 13, 14 & 15). Ini membantu mempertahankan disiplin dan pahala seperti puasa sepanjang tahun.

Allah SWT berfirman:

 وَمِنَ الَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ نَافِلَةً لَّكَ ۖ عَسَىٰٓ أَنْ يَّبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَّحْمُودًا   

“Dan pada sebagian malam, lakukanlah salat tahajud sebagai ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji.” (QS. Al-Isra’: 79)

Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu pernah berkata:

أَوْصَانِي خَلِيْلِي بِثَلَاثٍ لاَ أَدَعُهُنَّ حَتَّى أَمُوْتَ: صَوْمِ ثَلَاثَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ، وَصَلَاةِ الضُّحَى، وَنَوْمٍ عَلٰى وَتْرٍ

“Teman karibku (Rasulullah saw) menasihatiku untuk tiga perkara dan aku tidak akan meninggalkannya sampai aku mati: puasa tiga hari tiap bulan, shalat dhuha, dan tidur setelah witr.” (HR Bukhari)

2. Jadikan Alquran sebagai Sahabat Setiap Hari

Mari kita senantiasa membaca dan merenungkan Alquran secara rutin. Meskipun sedikit yang bisa kita lakukan setiap hari, tapi ketahuilah itu mampu menumbuhkan kesadaran spiritual dan menjaga semangat ibadah.

Sebagaimana kita bisa merenungkan firman-Nya yang berbunyi:

ٱلَّذِينَ يَذْكُرُونَ ٱللّٰهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ ٱلسَّمَٰوَاتِ وَٱلْأَرْضِ

“(Ialah) orang-orang yang menyebut Allah dalam keadaan berdiri, duduk, dan berbaring, serta mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi.” (QS. Ali ‘Imran:190)

3. Tetap Beramal Baik & Bersedekah

Kebiasaan memberi dan beramal baik saat Ramadhan bisa dilanjutkan sepanjang tahun. Misalnya, memberikan sedekah rutin, membantu orang lain, atau kerja sosial di masjid/komunitas.

Rasulullah SAW bersabda:

الصَّدَقَةُ تُطْفِئُ غَضَبَ الرَّبِّ وَتَدْفَعُ مَيْتَةَ السُّوءِ

Sedekah dapat memadamkan murka Tuhan dan mencegah mati buruk.” (HR At-Thabrani)

4. Bangun Lingkungan Spiritual

Tetap terhubung dengan jamaah atau komunitas muslim. Tetap mengikuti pengajian di majelis taklim, shalat berjamaah di masjid, atau kelompok tadarus Alquran. Jagalah lingkungan yang mendukung menjaga semangat ibadah. Ada dalam pepatah Arab dikatakan:

اَلْإِنْسَانُ ابْنُ الْبِيْئَةِ

“Manusia adalah anak lingkungannya”

Ma’asyiral Muslimin Jamaah Shalat Jumat Rahimakumullah,

5. Muhasabah dan Refleksi Diri

Mari kita senantiasa melakukan introspeksi diri, “muhasabah”, secara berkala. Melakukan evaluasi amalan, niat, dan target ibadah setelah Ramadhan. Menyadari kekuatan dan kelemahan tentu bisa membantu memperbaiki praktik ibadah.

6. Doa dan Dzikir

Tetaplah kita berdoa kepada Allah, beristighfar (memohon ampun), dan dzikir setiap hari, meskipun       hanya beberapa kalimat. Ini membantu menjaga hati tetap dekat dengan Allah meski aktivitas harian padat.

Rasulullah SAW bersabda:

الدُّعَاءُ هُوَ الْمِحْرَابُ وَهُوَ الْعِمَادُ وَهُوَ نُوْرُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ

“Doa adalah mihrab dan tiangnya ibadah dan doa adalah cahaya langit dan bumi.” (HR Tirmidzi)

7. Perhatikan Keseimbangan

Jangan terlalu memaksakan diri sehingga membuat burnout (kondisi kelelahan fisik). Nabi SAW menekankan bahwa amalan yang terus-menerus meski sedikit, dalam arti istiqamah, lebih dicintai Allah daripada yang banyak namun putus-nyambung.

أَحَبُّ الْأَعْمَالِ إِلَى اللّٰهِ أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ

“Amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah amalan yang dikerjakan secara konsisten /berkelanjutan, meskipun sedikit.” (HR Bukhari dan Muslim)

Ma’asyiral Muslimin Jamaah Jumat yang Dirahmati Allah,

Demikianlah khutbah Jumat yang bisa khatib sampaikan perihal pentingnya menjaga ibadah dalam kehidupan sehari-hari.

Semoga ini menjadi khutbah yang membawa berkah dan manfaat bagi kita semua. Amin ya Rabbal ‘Alamin.

بَارَكَ اللّٰهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، وَتَقَبَّلَ اللّٰهُ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ، إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ.

أَقُوْلُ هٰذَا الْقَوْلَ، وَأَسْتَغْفِرُ اللّٰهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

Khutbah II

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ وَكَفَى، وَأُصَلِّيْ وَأُسَلِّمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْمُصْطَفَى، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَهْلِ الْوَفَا. وَأَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ عَظِيْمٍ، أَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَى نَبِيِّهِ الْكَرِيْمِ فَقَالَ: إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَٰٓئِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِيِّۚ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ صَلُّواْ عَلَيۡهِ وَسَلِّمُواْ تَسۡلِيمًا

اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ، فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ والْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، اللهم ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغْيَ وَالسُّيُوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، مِنْ بَلَدِنَا هٰذَا خَاصَّةً وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

عِبَادَ اللهِ، إِنَّ ٱللَّهَ يَأۡمُرُ بِٱلۡعَدۡلِ وَٱلۡإِحۡسَٰنِ وَإِيتَآيِٕ ذِي ٱلۡقُرۡبَىٰ وَيَنۡهَىٰ عَنِ ٱلۡفَحۡشَآءِ وَٱلۡمُنكَرِ وَٱلۡبَغۡيِۚ يَعِظُكُمۡ لَعَلَّكُمۡ تَذَكَّرُونَ، فَاذكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ