TVMUI Siapkan Perwajahan Baru pada 2024, Optimalkan Konten Terbaik
Junaidi
Penulis
JAKARTA, MUI.OR.ID— Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Informasi dan Komunikasi, KH Masduki Baidlowi membuka rapat kerja TVMUI di Hotel Oasis, Jakarta, Kamis (21/12/2023) lalu.
Dalam kesempatan ini, kiai Masduki berharap, Sumber Daya Manusia (SDM) di TVMUI semakin bagus dan berdaya untuk memerankan posisi yang strategis yang dimiliki oleh MUI.
"Sampai sejauh mana misalnya TVMUI itu mampu mendata dengan baik seluruh hasil fatwa-fatwa, diskusi-diskusi yang ada di MUI. Semua itu tergantung kepada prefesionalisme dan SDM kita," kata kiai Masduki dalam sebuah vidio yang baru diungguh oleh TVMUI, kamis (28/12/2023).
Dalam kesempatan ini, Kiai Masduki juga mengapresiasi dari tema rapat kerja TVMUI 2024 yakni “Rebranding dan Penguatan Menuju Profesionalisme.””
"Harapannya agar transformasi yang dilakukan oleu MUI dalam konteks Islam Wasathiyah itu diperankan secara strategis, baik dan profesional oleh TVMUI," ujar dia dalam keterangannya kepada MUIDigital, Sabtu (30/12/2023).
Sementara itu, Wasekjend MUI Bidang Infokom, KH Asrori S Karni menyampaikan, pada raker kali ini para pengurus TVMUI terlihat sangat berkomitmen dan bersungguh-sungguh untuk mensolidkan tekad menuju profesionalisme baru.
Hal itu untuk mewujudkan TVMUI sebagai rujukan yang dapat menginspirasi. Menurutnya, rapat kerja kali ini merupakan langkah penting untuk melakukan kombinasi dan berbagai konsolidasi pengalaman selama ini di tahun ke-3 kepengurusan TVMUI.
"Ditambahkan dengan gagasan-gagasan baru, rencana baru, saya optimis TVMUI akan jauh lebih baik," kata Asrori S Karni yang juga Dosen Sistem Hukum Pers di UIN Jakarta ini.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Komisi Infokom MUI, KH Mabroer MS menyampaikan, TVMUI memiliki beban dan tanggung jawab yang besar untuk memberikan pelayanan dan kehadiran MUI kepada umat.
Oleh karena itu, kata Kiai Mabroer, dalam rapat kerja ini dilakukan evaluasi atau muhasabah agar pelayanan MUI kepada umat bisa lebih optimal. Salah satu hasil dari evaluasi tersebut, lanjut kiai Mabroer, dilakukan rebranding.
"Branding kita selama ini masih dianggap konvensional, sehingga dilakukan evaluasi dan kita sebut rebranding. Nanti InsyaAllah hasil rapat ketja ini akan dirasakan bersama antara lain logo, tagline, dan kualitas siaran," pungkasnya. (Sadam, ed: Nashih)