Lewati ke konten utama
Selasa, 7 Juli 2026 / 21 Muharam 1448 H
Jadwal memuat...
Berita

PJ Gubernur Bangka Belitung Berharap Hasil Ijtima’ dapat Menjadi Tuntunan Islami Bagi Masyarakat Luas

2 menit baca 1.107 dibaca
PJ Gubernur Bangka Belitung Berharap Hasil Ijtima’ dapat Menjadi Tuntunan Islami Bagi Masyarakat Luas
Bagikan:
JAKARTA, MUI.OR.ID – PJ Gubernur Bangka Belitung, Dr Safrizal Zakaria Ali mengungkapkan rasa bangganya karena ditunjuk sebagai tuan rumah Ijtima’ Ulama Komisi Fatwa se-Indonesia. 

Selaras dengan hal tersebut, dia juga berharap bahwa hasil Ijtima’ Ulama yang akan dirumuskan oleh ulama Komisi Fatwa nanti dapat disosialisasikan dengan baik kepada masyarakat luas, sehingga hasil-hasil Ijtima’ Ulama dapat menjadi pedoman dan tuntunan bagi masyarakat.

“Kami berharap rumusan fatwa dapat disosialisasikan dengan insentif dan juga memanfaatkan media-media agar fatwa yang dihasilkan dapat menjadi tuntunan islami bagi masyarakat. Setidak-tidaknya dapat menghambat laju kemerosotan nilai-nilai agama,” ujar Safrizal saat memberikan sambutan pada pembukaan Ijtima’ Ulama di Bangka Belitung, Rabu (29/05/24).

Dalam sambutannya, dia juga mengatakan bahwa dalam kegiatan ini bukan kali pertamanya Bangka Belitung menjadi tuan rumah event islami, karena beberapa tahun sebelumnya Bangka Belitung juga sempat ditunjuk sebagai tuan rumah Kongres Umat Islam Indonesia pada awal 2020 dan Kongres Halal Internasional pada 2022. 

“Kami berikan apresiasi setinggi-tingginya atas dipilihnya Bangka Belitung sebagai tuan rumah penyelenggara Ijtima’ Ulama Komisi Fatwa se Indonesia. Kami bangga atas ditunjuk sebagai tuan rumah,” kata dia.

“Acara hari ini merupakan kelanjutan dari kesuksesan dua event islami nasional sebelumnya, yakni Kongres Umat Islam di tahun 2020, lalu Kongres Halal Internasional tahun 2022,” imbuhnya.

Keberhasilan Bangka Belitung sebagai tuan rumah pada dua even sebelumnya menjadikan ketertarikan tersendiri bagi Majelis Ulama Indonesia untuk menyelenggarakan beberapa kegiatan di provinsi ini. (Dhea Oktaviana/Azhar)