Lewati ke konten utama
Selasa, 7 Juli 2026 / 21 Muharam 1448 H
Jadwal memuat...
Berita

Menhaj Perkuat Kerja Sama Kesehatan Haji RI–Saudi German Hospital di Madinah

3 menit baca 241 dibaca
German Hospital 4-6-2026
Bagikan:

Laporan Jurnalis MUI Digital dari Madinah, Arab Saudi

Madinah, MUI Digital — Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Mochamad Irfan Yusuf, melakukan kunjungan strategis ke Saudi German Hospital di Madinah sebagai upaya memperkuat kerja sama layanan kesehatan bagi jamaah haji dan umrah Indonesia selama berada di Tanah Suci.

Kunjungan ini menjadi bagian dari langkah pemerintah untuk memastikan pelayanan kesehatan jamaah berjalan optimal, sekaligus mempererat kemitraan antara Indonesia dan fasilitas kesehatan di Arab Saudi.

Menhaj menjelaskan bahwa kerja sama dengan rumah sakit di Arab Saudi telah berlangsung selama sekitar satu tahun terakhir. Dalam periode tersebut, pemerintah terus mendorong penguatan kolaborasi dengan Saudi German Hospital sebagai salah satu mitra strategis dalam penanganan kesehatan jamaah Indonesia.


Baca juga: Kemenhaj Dorong Komoditas Pangan RI Masuk Rantai Pasok Katering Haji Arab Saudi



“Kolaborasi ini sangat penting mengingat tingginya mobilitas jamaah Indonesia yang setiap tahun melaksanakan ibadah haji dan umrah di Arab Saudi,” ujar Menhaj ketika berada di Saudi German Hospital Madinah, Rabu (3/6/2026).

Meski demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah tantangan pada tahap awal implementasi kerja sama, terutama dalam aspek komunikasi antar pihak. Karena itu, diperlukan penguatan koordinasi yang lebih intensif, khususnya terkait prosedur pemulangan pasien, alur rujukan medis, serta pengiriman pasien ke fasilitas kesehatan lain agar pelayanan dapat berjalan lebih efektif dan tanpa hambatan.


Baca juga: Suara Hati Jamaah Haji Penyandang Disabilitas untuk Menhaj

Lebih lanjut, Menhaj menekankan pentingnya peningkatan layanan kesehatan jamaah, termasuk dalam mendukung program safari wukuf yang membutuhkan dukungan medis komprehensif. Pemerintah juga tengah mengkaji mekanisme terbaik dalam penanganan jamaah sakit, terutama saat proses perpindahan dari Makkah ke Madinah.

“Koordinasi yang matang diperlukan agar jamaah tetap mendapatkan perawatan terbaik tanpa mengurangi kesempatan mereka untuk beribadah,” tegasnya.

Ia menambahkan, pemerintah Indonesia sangat serius memperkuat kemitraan ini mengingat jumlah warga Indonesia yang berkunjung ke Arab Saudi mencapai sekitar tiga juta orang setiap tahun. Kondisi tersebut menuntut adanya jaminan layanan kesehatan yang optimal bagi seluruh jamaah.

Sementara itu, Direktur Saudi German Hospital, dr. Tamel El Damak, menyampaikan bahwa pihaknya telah menangani 69 pasien jamaah haji Indonesia pada gelombang pertama di Madinah. Seluruh pasien tersebut telah mendapatkan penanganan medis yang optimal hingga dapat melanjutkan perjalanan ibadah ke Makkah untuk mengikuti rangkaian puncak haji.

dr. Tamel juga menegaskan komitmen rumah sakit untuk terus meningkatkan kualitas layanan, termasuk memperkuat koordinasi dengan pihak asuransi guna mencegah terjadinya miskomunikasi dalam penanganan pasien.

Ia juga menyatakan kesiapan Saudi German Hospital untuk memperkuat komunikasi dan kerja sama dengan Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) dalam rangka meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi jamaah haji Indonesia ke depan.

Kunjungan ini diharapkan menjadi momentum penguatan kerja sama strategis antara Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia dengan Saudi German Hospital, khususnya dalam memastikan pelayanan kesehatan jemaah haji Indonesia di Arab Saudi berjalan semakin baik, cepat, dan terkoordinasi.