Lewati ke konten utama
Selasa, 7 Juli 2026 / 21 Muharam 1448 H
Jadwal memuat...
Berita

Menhaj Minta Kualitas Konsumsi Jamaah Gelombang Kedua di Madinah Ditingkatkan

3 menit baca 426 dibaca
23 pimpinan perusahaan katering
Bagikan:

Laporan jurnalis MUI Digital, dari Madinah, Arab Saudi 

Madinah, MUI Digital — Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Mochamad Irfan Yusuf, mengumpulkan 23 pimpinan perusahaan katering penyedia konsumsi jamaah haji Indonesia di Madinah, Rabu (3/6/2026).

Pertemuan ini dilakukan untuk memastikan kesiapan layanan konsumsi menjelang kedatangan jamaah haji gelombang kedua yang dijadwalkan tiba di Madinah mulai 7 Juni 2026.

Jamaah gelombang kedua akan tiba di Madinah setelah menyelesaikan rangkaian puncak ibadah haji dan prosesi Armuzna di Makkah. Karena itu, kualitas layanan konsumsi menjadi salah satu aspek penting yang harus mendapat perhatian seluruh penyedia katering.

Dalam arahannya, Menteri Haji dan Umrah menekankan tiga aspek utama yang harus menjadi fokus seluruh perusahaan katering, yakni ketepatan gramasi makanan, keamanan pangan (food safety), serta ketepatan waktu distribusi kepada jamaah.

"Pelayanan konsumsi pada gelombang pertama secara umum berjalan dengan baik. Namun, untuk menyambut kedatangan jamaah gelombang kedua, kualitas layanan tersebut tidak hanya harus dipertahankan, tetapi juga perlu ditingkatkan," ujar Mochamad Irfan Yusuf.

Menurutnya, evaluasi terhadap layanan konsumsi pada fase kedatangan gelombang pertama menunjukkan sejumlah hal yang perlu menjadi perhatian bersama.

Di antaranya adalah konsistensi porsi makanan sesuai standar yang telah ditetapkan, cita rasa yang sesuai dengan selera jamaah Indonesia, daya tahan makanan, serta penguatan manajemen distribusi agar makanan dapat diterima jamaah tepat waktu.

Baca juga: Wamenhaj RI Serahkan Simbolis Paket Daging Dam Jamaah Haji Indonesia untuk Rakyat Palestina

"Kita ingin memastikan jamaah mendapatkan layanan konsumsi yang berkualitas, aman, dan tepat waktu. Karena itu, seluruh penyedia katering perlu memperhatikan setiap detail pelayanan agar kebutuhan jamaah dapat terpenuhi dengan baik," katanya.

Menanggapi arahan tersebut, seluruh perwakilan perusahaan katering menyatakan komitmen untuk melakukan berbagai perbaikan dan peningkatan layanan sesuai hasil evaluasi yang telah disampaikan.

Selain memberikan arahan kepada penyedia katering, Menteri Haji dan Umrah juga mengimbau jamaah haji Indonesia agar memperhatikan waktu makan selama berada di Madinah.

Ia menjelaskan bahwa sebagian besar hotel jamaah Indonesia berada di kawasan yang relatif dekat dengan Masjid Nabawi. Kondisi ini kerap membuat jamaah menghabiskan waktu lebih lama untuk beribadah sehingga terlambat mengonsumsi makanan yang telah disediakan.

Baca juga: Evaluasi Haji 2026, Ini Beberapa Catatan Penting Terkait Kesiapan Petugas

"Saya mengimbau kepada seluruh jamaah agar memperhatikan jadwal makan. Jika waktu makan telah tiba, segera kembali ke hotel untuk mengonsumsi makanan yang telah disiapkan. Pada setiap kemasan makanan juga telah dicantumkan batas waktu aman untuk dikonsumsi," ujarnya.

Menteri Haji dan Umrah berharap sinergi antara penyedia katering, petugas haji, dan kedisiplinan jamaah dapat memastikan layanan konsumsi di Madinah berjalan lebih optimal. Dengan demikian, kebutuhan nutrisi jamaah dapat terpenuhi secara baik sehingga mereka tetap sehat dan bugar selama menjalani rangkaian ibadah di Tanah Suci.

Jamaah haji Indonesia gelombang kedua dijadwalkan mulai bergerak dari Makkah menuju Madinah pada 7 Juni 2026 untuk melanjutkan rangkaian ibadah sebelum kembali ke Tanah Air