Lewati ke konten utama
Selasa, 30 Juni 2026 / 14 Muharam 1448 H
Jadwal memuat...
Berita

Dari Lapak Tambal Ban ke Tanah Suci, Ketulusan Haji Sulaji Berbuah Keberkahan

3 menit baca 520 dibaca
Pak Haji Sulaji (Kopyah Putih)
Wamen Haji, Dahnil Anzar Simanjutak, menemui Pak Haji Sulaji (Kopyah Putih) di Semarang. Foto: Kemenhaj
Bagikan:

Semarang, MUI Digital- Suara pompa angin dan aroma khas karet yang ditambal telah menjadi bagian dari keseharian Haji Sulaji selama bertahun-tahun.

Di sebuah lapak tambal ban sederhana di Kota Semarang, lelaki itu mencari nafkah sekaligus merawat satu cita-cita yang tersimpan rapat di dalam hatinya: menunaikan ibadah haji.

Keinginan itu bukan sekadar angan. Sejak mendaftar haji pada 2014, Sulaji dengan tekun menyisihkan sebagian penghasilannya sebagai tukang tambal ban.

Sedikit demi sedikit, hasil jerih payahnya dikumpulkan demi memenuhi panggilan Allah SWT. Masa tunggu keberangkatan yang panjang dijalaninya dengan penuh kesabaran.

Baca juga: Sambut Kepulangan PPIH Daker Makkah, Menhaj Sampaikan Apresiasi Presiden untuk Petugas Haji

Selain menabung, ia juga mengikuti arisan sebagai bagian dari ikhtiarnya mempersiapkan biaya pelunasan. Namun, ketika tiba saatnya melunasi biaya haji, tabungan yang dimiliki ternyata belum mencukupi.

Demi mewujudkan impian yang telah diperjuangkannya selama lebih dari satu dekade, Sulaji rela meminjam dana agar dapat berangkat menunaikan rukun Islam kelima pada musim haji 1447 H/2026 M.

Kisah perjuangan itulah yang membawa Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, berkunjung langsung ke lapak tambal ban yang selama ini menjadi sumber penghidupan Sulaji, Rabu (24/6/2026).

Menurut Dahnil, Kementerian Haji dan Umrah tengah mendata sejumlah jamaah yang memiliki kisah perjuangan inspiratif dan semangat luar biasa dalam menunaikan ibadah haji.

Salah satu sosok yang menarik perhatian adalah Haji Sulaji, yang selama lebih dari sepuluh tahun berikhtiar dengan kesabaran dan ketulusan.

“Sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, Kementerian Haji mendata jamaah yang pekerja keras dan berusaha dengan niat tulus untuk berangkat haji. Kami memastikan bahwa para jamaah yang telah berjuang dengan penuh keikhlasan dapat menjalani kehidupan pascahaji dengan lebih tenang,” ujar Dahnil.

Baca juga: 17 Jamaah Haji Jombang Terima Bantuan UEA, Kemenhaj Kawal Kepulangan hingga Daerah

Dia menjelaskan, melalui kolaborasi antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Persatuan Emirat Arab, bantuan diberikan kepada Sulaji sehingga kewajiban yang masih dimilikinya dapat diselesaikan.

“Pak Haji Sulaji adalah potret ketulusan dan kerja keras masyarakat Indonesia. Beliau menabung sejak 2014, berikhtiar melalui arisan, dan bahkan rela meminjam demi memenuhi panggilan Allah SWT. Alhamdulillah, melalui kolaborasi Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Persatuan Emirat Arab, kami dapat membantu beliau sehingga kini Pak Haji Sulaji dapat menjalani kehidupan sebagai seorang haji dengan lebih tenang tanpa dibayangi kewajiban yang masih tersisa,” kata Dahnil.

Menurutnya, kehadiran negara harus benar-benar dirasakan oleh masyarakat, terutama mereka yang telah menunjukkan semangat, kerja keras, dan ketulusan dalam beribadah.

“Semoga kemabruran haji Pak Sulaji membawa keberkahan dan manfaat bagi beliau dan keluarganya. Kisah ini juga menjadi pengingat bahwa semangat gotong royong dan kepedulian harus terus dijaga sebagai bagian dari nilai luhur bangsa,”kata dia. 

Di balik kesederhanaan lapak tambal ban yang setiap hari menjadi tempatnya mencari nafkah, tersimpan pelajaran tentang ketekunan, kesabaran, dan ketulusan.

Perjalanan Haji Sulaji menunjukkan bahwa panggilan ke Tanah Suci tidak hanya ditempuh dengan kemampuan materi, tetapi juga dengan ikhtiar yang panjang, doa yang tak putus, serta keyakinan bahwa Allah SWT akan membukakan jalan bagi hamba-Nya yang bersungguh-sungguh.