Ketua MUI: Menjaga Ketahanan Keluarga Penting untuk Membangun Umat Islam yang Kuat

Ketua MUI: Menjaga Ketahanan Keluarga Penting untuk Membangun Umat Islam yang Kuat

08/11/2023 19:53 JUNAIDI

JAKARTA, MUI.OR.ID--Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Perempuan, Remaja dan Keluarga, Prof Amany Lubis menilai, ketahanan keluarga penting untuk membangun umat Islam yang kuat. 

Hal ini ia sampaikan saat Seminar Ketahanan Keluarga yang digelar oleh Komisi Perempuan, Remaja dan Keluarga (KPRK) MUI di Aula Buya Hamka, Kantor MUI, Jakarta Pusat, Rabu (8/11/2023). 

"Tema tentang ketahanan keluarga sangat penting. KPRK tidak pernah bosan, tahun 2016 lalu ketika MUI menerbitkan buku, sejak saat itu kita sangat mementingkan ketahanan keluarga. Banyak keluarga yang berkepentingan, kita semua peduli tentang ketahanan keluarga," kata mantan Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini. 

Menurutnya, ketahanan keluarga sangat mudah untuk diucapkan, tetapi sangat sulit untuk dilakukan. Prof Amany menambahkan, perlu ada upaya kuat untuk menjaga ketahanan keluarga. 

Prof Amany menegaskan, ketahanan keluarga sangat penting untuk menjaga umat Islam yang kuat. Jika tidak adanya ketahanan keluarga, maka tidak ada yang memikirkan peradaban bangsa dan umat Islam yang kuat ke depan. 

Salah satu tantangan untuk menjaga ketahanan keluarga antara lain psikologis, psikis dan teknologi. "Kita perlu menyebarkan kepada anggota keluarga, masyarakat dan lingkungan, kita perlu menjaga ketahanan keluarga dari berbagai perspektif. Islam juga sudah komprehensif," jelasnya. 

Prof Amany menyampaikan, dalam Alquran telah dijelaskan mengapa pentingnya menjaga ketahanan keluarga, terutama dari api neraka. Sebagaimana dalam Hadist _Khoirukum Khoirukum Li Aahlihi_ yang artinya sebaik-baiknya kalian adalah orang yang paling baik terhadap keluarganya. 

MUI, kata Prof Amany, mengajak semua pihak untuk membangun peradaban dimulai dari keluarga. "MUI mengajak secara rasional dan objektif, MUI tidak berpolitik praktis, tetapi kita menjaga keluarga kita dari kondisi yang bisa menyebabkan perpecahan," pungkasnya. 

(Humas/Sadam/Angga)

Tags: kprk, ketahanan keluarga