Lewati ke konten utama
Selasa, 7 Juli 2026 / 21 Muharam 1448 H
Jadwal memuat...
Berita

Jamaah Haji Diimbau Tak Aji Mumpung Ibadah Sunnah, Fokus Jaga Fisik Jelang Armuzna

2 menit baca 3.008 dibaca
Tim Musyrif Diny
Tim Musyrif Diny tiba di Madinah Arab Saudi. Kehadiran Musyrif Diny untuk mengawal kesesuaian syariat ibadah haji. Foto: MCH
Bagikan:

Madinah, MUI Digital— Musyrif Diny 2026 Prof KH Asrorun Niam Sholeh mengingatkan jamaah  haji Indonesia agar tidak terjebak dalam semangat aji mumpung dengan memaksakan ibadah sunnah seperti umrah berkali-kali secara berlebihan. 

Imbauan ini bertujuan agar jamaah  dapat menjaga ketahanan fisik dan menyimpan energi cadangan demi menghadapi puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) yang sangat menguras tenaga.

Ketua MUI Bidang Fatwa ini menilai, ibadah sunnah seperti umrah berulang kali maupun thawaf tambahan sebaiknya dilakukan secara proporsional dan disesuaikan dengan kemampuan fisik masing-masing. 

“Umrah sewajarnya saja, thawaf juga secukupnya. Jangan sampai memforsir tenaga hanya karena ingin sebanyak-banyaknya ibadah sunnah, sementara tenaga itu sangat dibutuhkan saat Armuzna,” kata Prof Niam di Madinah, Arab Saudi, Jumat (15/5/2026). 

Baca juga: Ketua Musyrif Diny: Jamaah Haji Sakit dan Lansia Tetap Dapat Pahala Meski Ibadah di Hotel

Guru Besar Ilmu Fikih UIN Jakarta ini menekankan bahwa menjaga kesehatan juga bagian dari ikhtiar ibadah. 

Pengasuh Pondok Pesantren An-Nahdlah, Depok, Jawa Barat ini mengingatkan bahwa rangkaian puncak haji membutuhkan kondisi fisik yang prima. Sebab, jamaah  akan menjalani mobilitas tinggi di tengah suhu panas Arab Saudi.

Senada dengan itu, Ketua Musyrif Diny 2026, KH M Cholil Nafis, mengingatkan jamaah  haji Indonesia agar lebih bijak menjaga kondisi fisik.  

Jamaah , terutama lansia dan kelompok risiko tinggi, diminta tidak memaksakan diri mengejar ibadah sunnah yang berpotensi menguras tenaga sebelum wukuf di Arafah. 

Imbauan itu disampaikan menyusul tingginya aktivitas ibadah jamaah  di Madinah dan Makkah, mulai dari mengejar shalat Arbain di Masjid Nabawi hingga berulang kali melaksanakan umrah sunnah di Masjidil Haram. 

Wakil Ketua Umum MUI ini menegaskan bahwa menjaga stamina jelang Armuzna jauh lebih penting agar jamaah  mampu menjalankan rukun haji secara sempurna. 

“Jangan sampai tenaga habis sebelum puncak haji. Yang paling utama adalah kesiapan untuk menjalani Arafah, Muzdalifah, dan Mina,” ujar Kiai Cholil.