Lewati ke konten utama
Kamis, 29 Oktober 2026 / 18 Jumadil Awal 1448 H
Jadwal memuat...
Mesir
Pertemuan para tokoh ulama peserta program dengan jajaran diplomat Indonesia di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kairo, Mesir, Rabu (28/10/2026) waktu setempat. Foto: Istimewa
Berita

Bertolak ke Kairo, Delegasi Komisi Dakwah MUI Perkuat Diplomasi Keagamaan Indonesia–Mesir

Bertolak ke Kairo, Delegasi Komisi Dakwah MUI Perkuat Diplomasi Keagamaan Indonesia–Mesir

/ 18 Jumadil Awal 1448 H 3 menit baca 134 dibaca

KAIRO — Majelis Ulama Indonnesia melalui Program Pengembangan Wawasan Dai Internasional (PWDI) 20226 yang diselenggarakan Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) mendorong penguatan diplomasi keagamaan Indonesia melalui kemitraan dengan lembaga strategis di Mesir. 

Program ini diharapkan tidak hanya memperluas wawasan para dai, tetapi juga menghasilkan kerja sama konkret di bidang pendidikan Islam dan pemberdayaan umat.

Direktur Program PWD Internasional, KH Khariri Makmun, menyampaikan hal tersebut dalam pertemuan para tokoh ulama peserta program dengan jajaran diplomat Indonesia di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kairo, Mesir, Rabu (28/10/2026) waktu setempat. 

Pertemuan tersebut dihadiri Minister/Koordinator Fungsi Ekonomi KBRI Kairo Hendra Satya Pramana, Atase Pendidikan dan Kebudayaan Abdul Mutaali, serta Pelaksana Fungsi Penerangan, Sosial, dan Budaya Nur Salim.

Menurut Khariri, diplomasi keagamaan menjadi instrumen penting untuk mempererat hubungan antarnegara, terutama di tengah dinamika geopolitik Timur Tengah dan tantangan dunia Islam kontemporer. 

Dia menyatakan Hubungan historis Indonesia dan Mesir, yang selama ini terjalin melalui pendidikan dan pertukaran keilmuan, perlu dikembangkan menjadi kemitraan yang lebih terarah.

“Program ini bukan sekadar kunjungan akademik atau silaturahim ulama,” tutur dia. 

Pihaknya ingin menjadikan dialog dengan lembaga-lembaga strategis di Mesir sebagai pintu masuk bagi kerja sama berkelanjutan, khususnya dalam penguatan dakwah, pendidikan, dan pengembangan umat. 

Melalui PWDI Internasional, Khariri menambahkan, MUI berharap hubungan Indonesia–Mesir semakin berkembang melalui kerja sama yang terukur dan berkelanjutan.


Diplomasi keagamaan diharapkan tidak berhenti pada pertemuan antartokoh, tetapi mampu membangun jembatan pendidikan, pengetahuan, dan solidaritas yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat kedua negara. 

Salah satu gagasan yang mengemuka dalam diskusi di KBRI Kairo ialah penjajakan kerja sama antara Badan Wakaf Indonesia (BWI) dan Bait az-Zakat wa as-Sadaqat Al-Azhar. 

Kolaborasi tersebut diusulkan untuk ditindaklanjuti melalui nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU), termasuk dalam pemberian beasiswa bagi mahasiswa Indonesia yang menempuh pendidikan di Mesir.

Usulan ini dinilai penting seiring meningkatnya jumlah mahasiswa Indonesia di Mesir. Sejumlah pemberitaan pada 2026 menyebutkan jumlah mahasiswa Indonesia di negara tersebut telah melampaui 20 ribu orang, sebagian besar menempuh pendidikan di Universitas Al-Azhar.

Kerja sama lembaga wakaf dan zakat berpotensi memperluas akses pembiayaan pendidikan, khususnya bagi mahasiswa yang membutuhkan dukungan. Jika direalisasikan, kemitraan ini dapat mencakup mekanisme seleksi penerima, tata kelola dana, dan evaluasi program agar bantuan tepat sasaran.

Mesir memiliki posisi strategis di Timur Tengah, baik sebagai pusat keilmuan Islam maupun sebagai mitra perdagangan Indonesia. Data Kementerian Perdagangan RI mencatat nilai perdagangan kedua negara mencapai sekitar 2,38 miliar dollar AS sepanjang 2025.

Google Ads
BAGIKAN:
Google Ads