Lewati ke konten utama
Minggu, 5 Juli 2026 / 19 Muharam 1448 H
Jadwal memuat...
Arsip Tanya Jawab

Assalamu'alaikum ustadz, mohon jwb prtanyaan sy dg dalil jika memang ada. Kebetulan sy tdk tahu harus tanya kemana dan menemukan instagram mui yg sgt bagus dg diberi kolom tanya ustadz. Sy seorang ibu rmh tangga, sblmnya sy menikah dg suami dr sepupu sy yg sdh meninggal. Mereka dikaruniai anak laki" 1 org. Skrg usianya 5th. Kebetulan di rmh kami dipasang cctv, dulunya digunakan untuk memantau perkembangan anaknya yg d rmh sj dg pembantu. Masing" org tua mereka bs mengakses cctv dr hp nya ,dan bisa mengeluarkan audio dr cctv jk dilihat dr hp. Dulu serjng memanggil cucunya lewat cctv. Dr pernikahan sy dg suami dikaruniai anak 1 org laki". Baru berusia 1.5 th. Sejak menikah dg sy, sdh tdk memakai pembantu. Bagaimana mnrt pandangan islam dg kondisi sy yg sekarang, apakah dg memantau dr cctv oleh org tua suami dan org tua alm. Sepupu sy itu termasuk mencampuri rumah tangga anak? . Org tua sy dan sy sendiri tdk bs mengakses cctv. Hanya suami sj. Sy khawatir bagaimana nanti menimbulkan pertanyaan anak sy ketika sdh agak besar, sampai kpn ortu alm.sepupu dan mertua sy boleh trs memantau cucunya. Apakah bs dg diganti kalau ingin melihat cucunya dr video call saja?. Mohon jawab pertanyaan sy. Terimakasih ustadz.

Ditanyakan Jumat, 1 Desember 2023 | 22.31 WIB Dijawab Senin, 4 Desember 2023 | 10.59 WIB 726 kali dibaca
A

Jawaban Lengkap

Waalaikumussalam wr wb. Ibu Anisatuz di Surabaya yang dirahmati Allah SWT. Setiap orang tua pasti ingin yg terbaik untuk anaknya dan ingin memastikan kalau anak atau bahkan cucunya baik2 saja. Namun tentunya keinginan itu harus disesuaikan dengan aturan norma agama dan kepantasan adat. Memasang cctv di rumah dan dipantau lgsg oleh kakek neneknya akan menimbulkan rasa ketidaknyamanan tertentu bagi penghuni rumah. Apalagi sebagai perempuan tentunya ada batasan2 aurat yang harus dijaga dari penglihatan orang lain. Adanya cctv yang memantau kondisi rumahnya tentu membuat rasa kikuk. Baiknya hal ini dimusyawarahkan dengan suami agar pemasangan cctv semacam ini dihentikan tanpa bermaksud menghalangi kakek nenek melihat kondisi cucu2nya. Atau dibicarakan kalaupun ada cctv, maka yg punya akses hanyalah Ibu dan suami, karena pihak yg paling berhak memantau kondisi rumah itu adalah Ibu dan suami. Bila kakek neneknya ingin tahu kondisi cucu, maka bisa berkomunikasi dgn videocall. Demikian Ibu, semoga Allah mudahkan Ibu untuk mengkomunikasikan ini dengan suami. Wallahu a’lam.