BI: ISEF 2026 Perkuat Sinergi dan Transformasi Digital Ekonomi Syariah
BI: ISEF 2026 Perkuat Sinergi dan Transformasi Digital Ekonomi Syariah
Jakarta, MUI Digital— Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Solikin M Juhro, mengapresiasi seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026.
Selama lima hari penyelenggaraan, ISEF telah menghadirkan berbagai inisiatif, gagasan, dan kolaborasi untuk memperkuat ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia.
Hal tersebut disampaikan Solikin pada Closing Ceremony ISEF 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Ahad (18/10/2026).
Dia menegaskan, ISEF bukan sekadar kegiatan tahunan yang telah memasuki penyelenggaraan ke-13, melainkan wadah untuk mempertemukan gagasan dan aksi, memperkuat sinergi, serta membuka peluang agar ekonomi dan keuangan syariah dapat memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian nasional dan kesejahteraan masyarakat.
“Kita harus bersyukur atas perkembangan ekonomi dan keuangan syariah Indonesia. Posisi Indonesia juga semakin kuat dan berada di jajaran lima besar ekonomi syariah global, sebagaimana tercermin dalam laporan State of the Global Islamic Economy (SGIE), yang menunjukkan besarnya potensi yang kita miliki,” ujarnya.
Meski demikian, Solikin mengingatkan bahwa penguatan posisi Indonesia di tingkat global tidak boleh berhenti pada pencapaian tersebut.
Potensi ekonomi dan keuangan syariah perlu diterjemahkan menjadi kegiatan usaha yang lebih produktif dan berdaya saing sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya, terdapat tiga hal yang perlu diperkuat untuk mendorong pengembangan ekonomi dan keuangan syariah secara berkelanjutan.
Pertama, integrasi halal value chain atau rantai nilai halal dari hulu ke hilir. Upaya ini mencakup pemberdayaan usaha, sertifikasi halal, hingga perluasan akses perdagangan dan pembayaran.
Kedua, perluasan akses pembayaran syariah melalui inovasi serta integrasi keuangan sosial dan komersial. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat dukungan pembiayaan sekaligus memperluas manfaat ekonomi dan keuangan syariah bagi masyarakat.
Ketiga, peningkatan literasi dan inklusi ekonomi serta keuangan syariah yang didukung oleh digitalisasi. Dengan demikian, manfaat pengembangan ekonomi syariah dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas.
Solikin menekankan, ketiga aspek tersebut perlu berjalan beriringan. Usaha produktif membutuhkan akses pembiayaan dan pasar, sementara pembiayaan memerlukan ekosistem usaha yang kuat.
Di sisi lain, ekosistem tersebut juga perlu ditopang oleh masyarakat yang memahami dan meyakini manfaat pengembangan ekonomi dan keuangan syariah.
Melalui sinergi dan transformasi digital, ISEF 2026 diharapkan dapat memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan syariah serta mendorong pemanfaatan potensinya secara lebih optimal bagi perekonomian nasional.