Lewati ke konten utama
Senin, 29 Juni 2026 / 13 Muharam 1448 H
Jadwal memuat...
Berita

Kloter Pertama Jamaah Haji Indonesia Tiba di Madinah Hari Ini, Berikut Skema Penyambutannya

3 menit baca 1.588 dibaca
TIM PPIH Bandara
PPIH Arab Saudi Daker Bandara melakukan koordinasi. Foto: MCH
Bagikan:

Madinah, MUI Digital — Tim Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi daerah kerja (Daker) Bandara siap menyambut dan melayani kedatangan jamaah haji Indonesia perdana yang akan tiba di Bandar Udara Internasional Pangeran Mohammad bin Abdul Aziz di Madinah pada Rabu (22/4/2026).

Rencananya, pada Rabu hari ini akan datang 15 kloter haji dari berbagai Embarkasi di Indonesia. Kedatangan pertama akan mendarat di Bandara Internasional Pangeran Mohammad bin Abdul Aziz kloter 1 dari Yogyakarta sekitar jam 06.15 waktu Arab Saudi. Disusul jamaah dari Jakarta Pondok Gede (JKG) pada pukul 6.50 dan seterusnya.

"Jamaah perdana yang akan mendarat dari Yogyakarta dan akan keluar dari pintu kedatangan internasional, sedangkan jamaah dari JKG akan keluar melalui pintu fast track, karena proses imigrasi sudah diselesaikan di Tanah Air," kata Tenaga Penghubung Antar Instansi Indonesia–Arab Saudi wilayah bandara, M Yusuf Bahar dalam orientasi dan pemantapan Daker Bandara di Bandara Prince Mohammed bin Abdul Aziz, Madinah, Selasa (21/4/2026).

Orientasi lapangan di Bandara Prince Mohammed bin Abdul Aziz, Madinah dilakukan untuk memperkuat kesiapan layanan kedatangan jamaah haji Indonesia. Yusuf Bahar menekankan pemahaman detail alur layanan serta titik-titik krusial di lapangan.

“Alhamdulillah, hari ini kita membawa tim untuk melihat langsung kondisi lapangan, termasuk alur kerja di bandara. Ini penting agar seluruh petugas memahami bagaimana melayai jamaah dengan baik sejak tiba di bandara sampai menuju akomodasi jamaah masing-masing,” ujar Yusuf di sela kegiatan.

Dalam orientasi tersebut, tim diperkenalkan pada skema layanan Makkah Route atau jalur cepat (fast track) yang saat ini melayani empat embarkasi, yakni Jakarta, Solo, Surabaya dan Makassar.

Baca juga: Arab Saudi Batasi Akses Masuk Makkah Jelang Haji, Ini Imbauan Kemenhaj RI

Melalui skema ini, kata dia, proses keimigrasian jamaah telah diselesaikan sejak di Tanah Air, sehingga mempercepat layanan setibanya di Bandara Arab Saudi.

Selain itu, tim juga diajak menelusuri empat titik utama kedatangan jamaah di Bandara Madinah, yakni area fast track, terminal internasional, Terminal Haji, serta area bawah Terminal Haji yang dikenal dengan sebutan “Zero”.

Meski berada dalam satu kompleks Terminal 1, kata dia, keempat titik ini memiliki fungsi dan alur keluar-masuk yang berbeda. Tim akan dibagi menjadi empat untuk melayani di empat pintu keluar, plus layanan bagasi yang ditempatkan sendiri.

"Setiap tim akan ada tim penghubung instansi yang akan menjadi jembatan penghubung untuk kemudahan layanan kepada jamaah. Karena kami ingin memberikan layanan yang terbaik untuk jamaah haji Indonesia," ungkapnya.

Baca juga: Kemenhaj dan Polri Perkuat Sinergi, Berantas Haji Ilegal hingga ke Daerah

Perubahan signifikan terjadi pada sistem penanganan bagasi tahun ini. Jika sebelumnya koper jamaah keluar melalui terminal internasional, kini seluruh bagasi terpusat di gedung khusus melalui area kargo, baik untuk jamaah fast track maupun reguler, untuk efisiensi distribusi. 

Petugas akan mengecek dan memastikan semua koper jamaah sesuai dengan manifest penumpang di masing-masing pesawat atau kloter untuk langsung di bawa ke hotel jamaah.

 “Semua bagasi, baik dari jamaah fast track maupun reguler, diturunkan di satu gedung khusus. Di sana ada tim yang bertugas melakukan pencatatan dan pengendalian,” jelas Yusuf.

Sementara itu, fasilitas ruang tunggu jamaah di bandara dinilai semakin memadai. Untuk di terminal hajj, terdapat enam paviliun (gedung keong) yang dilengkapi musala, toilet, tempat duduk, serta pendingin udara. Area ini digunakan sebagai tempat transit sementara sebelum jamaah diberangkatkan menuju hotel di Madinah.

“Fasilitasnya sudah sangat lengkap. Bahkan sering kali jamaah merasa terlalu dingin karena AC-nya cukup kuat,” tambahnya.

Melalui orientasi ini, diharapkan seluruh petugas memiliki kesiapan teknis dan kepekaan layanan, sehingga proses kedatangan jamaah haji Indonesia di Madinah dapat berjalan lancar, aman, dan humanis sejak pertama kali menginjakkan kaki di Tanah Suci untuk memberikan kenyamanan layanan kepada jamaah haji Indonesia.