Haul Gurutta Sanusi Baco: MUI Sulsel Ingatkan Pappasenna Gurutta
Rizkayadi Sjukri
Penulis
Maros, muisulsel.or.id – Keluarga Besar Pesantren Nahdlatul Ulum Maros memperingati haul ke-5 Anregurutta Haji (AGH). Sanusi Baco Lc, ratusan santri, alumni, pembina dan keluarga menyatu mengenang sosok dan keteladanan beliau. Kegiatan ini digelar di Pondok Pesantren Nahdlatul Ulum Soreang Maros, Sabtu 23 Mei 2026.
Haul—atau peringatan hari kematian Anregurutta KH.Sanusi Baco ini dirangkaian dengan Haul istri almarhumah yang lebih dulu meninggal dengan Haul ke-24. Kegiatan ini merupakan saat yang tepat merenungkan kehidupan, dan kontribusi tokoh berpengaruh kelahiran 3 April 1937 ini.
Sekretaris MUI Sulawesi Selatan Prof Muammar Bakry dalam sambutannya mengingatkan pesan dalam setiap dakwah Gurutta selalu mengatakan bahwa Kematian orang yang beriman adalah istirahat baginya. “Pesan tersebut sekarang telah terjadi pada beliau dimana beliau sampai akhir hayatnya masih selalu berdakwah,” ungkapnya
Selama acara Haul, jamaah berkumpul untuk membaca doa, membaca Al-Quran, dzikir, hingga ceramah agama, berbagi kisah tentang kehidupan dan ajaran sang kiyai. Jamaah juga diajak mengingat ajarannya dan berusaha untuk meniru teladannya, bekerja menuju masyarakat yang lebih adil, penuh kasih sayang, dan tercerahkan. Tujuan utamanya adalah mendoakan almarhum agar mendapatkan rahmat Allah SWT dan melanjutkan warisan kebaikan yang telah ditinggalkannya.

Haul kali ini juga bukan sekadar acara duka, melainkan peringatan atas hidupnya, ajarannya, dan dampaknya yang abadi. Ini adalah waktu untuk refleksi, kenangan, dan pembaruan, saat jamaah berkumpul untuk menghormati kenangannya dan menegaskan kembali komitmen mereka terhadap nilai-nilai yang diperjuangkan Almarhum.
Acara tahunan Haul KH Sanusi Baco, Lc lebih dari sekadar peringatan, melainkan sekaligus kesempatan untuk merenungkan kehidupan dan ajarannya serta mengambil inspirasi dari teladannya. Sebab, haul itu sendiri adalah, sebuah tradisi peringatan wafatnya seorang tokoh yang dihormati, khususnya dalam konteks Islam di Indonesia, memiliki kekayaan makna yang mendalam.
Dalam Islam, haul diperingati sebagai momen refleksi dan penghormatan kepada almarhum. Lebih dari sekedar mengenang, haul menjadi ajang untuk meneladani akhlak mulia, ilmu yang bermanfaat, dan perjuangan yang telah dilakukan.
Peringatan tahunan KH Sanusi Baco, Lc. menjadi pengingat penting akan pengaruh mendalam ulama karismatik ini terhadap lanskap Islam di Sulawesi Selatan. Kehidupan, keilmuannya, dan dedikasinya yang tak tergoyahkan untuk memajukan masyarakat meninggalkan jejak yang tak terhapuskan, memperkuat posisinya sebagai tokoh yang dihormati dan berpengaruh.
Beliau wafat 15 Mei 2021 tepat 5 tahun yang lalu. Sosoknya dirindukan semua kalangan yang pernah berinteraksi dengannya. Kata-kata dan nasehatnya mengesankan, semua orang merasa dihargai, ucapannya menyenangkan disertai senyum dan tawa khasnya.
Penampilannya juga selau rapi menambah kharismanya. Kisah perjalanan hidup AGH. Sanusi Baco penuh warna. Beliau pernah mengisahkan penggalan perjalanan hidupnya kepada penulis tahun 2017.