MUI Tengah Menyiapkan Dialog Antar Umat Beragama

0
12175

Jakarta – MUI sedang menyiapkan Dialog Antar Umat Beragama sebagai bagian upaya mempererat kebhinekaan bangsa. Hal tersebut menjadi salah satu bahasan dalam Rapat Pimpinan Harian MUI, Selasa (7/1) lalu, yang disusul dengan rapat terbatas antara pimpinan MUI dan perwakilan majelis agama lain di Kantor MUI, Jl Proklamasi, Jakarta Pusat.

Wakil Sekretaris Jendral (Wasekjen) Bidang Kerukunan Umat Beragama MUI, Nadjamuddin Ramly telah mengirimkan surat kepada enam Majelis Agama untuk berdialog. “Untuk membicarakan draft dan konsep yang akan kita bicarakan,” katanya di Gedung MUI.

Ini bagian dari tindak lanjut Rekomendasi Rakernas MUI, November 2016 lalu di Ancol, Jakarta, yang mendorong diselenggarakannya Dialog Nasional. Sebagai upaya untuk memulihkan kembali persatuan nasional, memperkuat saling pemahaman dan mengurangi saling curiga antar elemen bangsa. Sebelum menjadi Rekomendasi Rakernas, wacana Dialog Nasional juga menjadi materi utama pidato Ketua Umum MUI ketika membuka Rakernas.

Dialog Nasional itu disertai peneguhan komitmen umat Islam untuk berpegang teguh pada konsensus nasional, berupa Negara Kasatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai kesepakatan final tentang bentuk negara, yang berciri dan bermoto Bhinneka Tunggal Ika. MUI juga menegaskan tidak menyetujui upaya pergantian kekuasaan dengan cara yang tidak konstitusional.

Agenda ini diawali dengan diskusi draft yang disusun MUI dan kemudian didiskusikan dengan majelis agama lain. Hasil kesepakatan draft tersebut akan dibicarakan dalam dialog setelah Pilkada serentak selesai.

Dalam pembahasan draf, ada gagasan untuk membuka data-data intoleransi antar agama. Hal tu dinilai penting karena selama ini posisi Islam sering sebagai tertuduh. Namun, Ketua Umum MUI, K.H. Ma’ruf Amin keberatan.

Bagi Kiai Ma’ruf, pembukaan data-data intoleransi beragama tidak akan menyelesaikan masalah. “Kita ingin mengubur yang sudah lalu. Mempersiapakan langkah-langkah antisipasi. Kalau itu dibongkar lagi tidak ada habis-habisnya. Yang lalu biarlah berlalu,” kata Kiai Ma’ruf.

Wakil Ketua Umum MUI, H. Zainut Tauhid Saadi menyebut tiga target output dari acara Dialog Nasional terebut: solutif, antisipatif dan rekonsiliatif. Agenda pertemuan tersebut rencananya akan dilaksanakan setelah Pilkada 2017 rampung. Bertempat di lantai empat Gedung MUI Jakarta. Waktunya masih didiskusikan. (AN)

LEAVE A REPLY