KH. Syukri Ghozali

3
566

KH Syukri GhozaliKH Syukri Ghozali lahir di Salatiga, Jawa Tengah, pada 6 Desember tahun 1906. Pada tahun 1981, Kyai Syukri Ghozali terpilih ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyusul pengunduran diri Buya Hamka, pendiri dan ketua MUI sejak berdirinya pada tahun 1975. Hamka mengundurkan diri setelah ia menolak permintaan pemerintah untuk menarik fatwanya tentang hubungan antara Muslim dan Kristen.

Pengunduran diri Hamka membuka jalan bagi Kyai Syukri Ghozali untuk menjadi Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) pada tahun 1981-1984.  Sebelumnya ia pernah menjabat sebagai Dekan Fakultas Syari’ah IAIN Syarif Hidayatullah di Jakarta.

Tidak seperti pendahulunya, Kyai Syukri Ghozali mengambil pendekatan low profile terhadap rezim Soeharto. Berkat dia, hubungan antara MUI dan pemerintah telah dikembalikan ke kondisi yang baik seperti sebelumnya.

Selama kepemimpinan Kyai Syukri Ghozali di MUI, kelompok tertentu yang menyebut diri mereka gerakan Inkar Sunnah tampil ke permukaan. Gerakan ini menolak hadits atau perkataan Nabi sebagai sumber kedua hukum Islam. Kyai Syukri Ghozali segera memanggil para pemimpinnya dan meminta Kejaksaan Agung untuk melarang gerakan itu.

KH Syukri Ghozali wafat pada tahun 1983 setelah menjalani dua tahun sebagai Ketua MUI. Selanjutnya beliau digantikan oleh KH. Hasan Basri.

LEAVE A REPLY