Ada Anggapan Imunisasi Haram

7
212

CILACAP- Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap menggandeng Majelis Ulama Indonesia setempat untuk menyosialisasikan program imunisasi campak dan polio. Hal ini terkait penolakan sebagian warga di Kecamatan Wanareja, Cilacap karena menganggap bahwa imunisasi adalah perbuatan yang haram.

Kepala Dinas Kesehatan Cilacap Bambang Setiyono, Minggu (23/10/2011), mengakui, hingga kini masih ada sekitar 300-an orangtua yang menolak anaknya diimunisasi campak dan polio. “Sebagian besar di Kecamatan Wanareja. Alasannya belum jelas, akan tetapi kami yakin sebenarnya hanya masalah perbedaan pemahaman saja,” katanya.

Bambang mengakui, kendati jumlahnya tidak signifikan, penolakan tersebut tetap menghambat program imunisasi campak dan polio di daerah tersebut yang dilaksanakan sejak 18 Oktober lalu hingga 18 November 2011. Untuk itu, Bambang akan menggandeng Kementerian Agama Kantor Wilayah Cilacap beserta MUI untuk melakukan pendekatan.

Dia mengakui, dibutuhkan pendekatan warga di sisi pemahaman agama, bahwa imunisasi tidak haram, melainkan justru sangat penting untuk kesehatan. “Tujuan imuniasi jelas supaya anak-anak khususnya balita lebih kebal terhadap berbagai macam penyakit sesuai dengan jenis imunisasi. Tidak lebih dari itu,” jelas Bambang.

Tidak tertutup kemungkinan, penolakan juga ada di daerah lain. Untuk itu, pihaknya segera menyosialisasikan terlebih dahulu bersama Kemenag dan MUI, sehingga warga benar-benar merasa membutuhkan program imunisasi. “Dan yang lebih penting, imunisasi tidak bertentangan dengan agama,” uncapnya. (kompas.com)

LEAVE A REPLY